Analisis beban kerja pada kegiatan tebang dan muat tebu secaramanual di PG Bungamayang milik PTPN VII (Persero), Lampung
Abstract
Gula merupakan komoditas strategis kedua di Indonesia setelah beras, konsumsi gula kristal yang tinggi sekitar 3.5 juta ton/tahun menjadikan gula sebagai salah satu kebutuhan pokok. Proses tebu menjadi gula kristal terdiri dari budidaya tebu (on farm) dan pengolahan di pabrik (off farm). Proses budidaya tanaman tebu merupakan proses yang banyak memerlukan banyak tenaga kerja manusia, karena masih banyak pekerjaan yang masih dilakukan secara manual, salah satunya pada kegiatan tebang dan muat tebu pada saat pemanenan. Oleh karena itu faktor manusia sangat berpengamh terhadap efisiensi dan efektifitas pmduksi dalam proses budidaya tebu Dari hasil wawancara dan penyebaran kuisioner yang diambil secara acak pada delapan peke rja didapatkan informasi bhwa rata-rata pekerja mengalami keluhan sakit pada tubuhnya setelah bekerja. Menurut (Santoso, 2004) peningkatan produktivitas tenaga kerja pada suatu institusi dapat te rjadi apabila terjadi kesesuaian antara pekerja dan pekerjaamya. Berdasarkan hal tersebut, maka kajian ergonomika, temtama beban kerja sangat diperlukan dalam proses budidaya tebu terutama proses tebang dan angknt pada saat pemanenan tebu.
