Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Perombak Fenol dan Ekosistem Air Hitam Kalimantan Tengah
Date
2000Author
Djasmasari, Wittri
Santosa, Dwi Andreas
Subartono, Maggy T
Saraswati, Rasti
Metadata
Show full item recordAbstract
Biodegradasi merupakan strategi yang penting dalam mengatasi pencemaran
lingkungan oleh senyawa kimia berbahaya. Melalui biodegradasi, polutan berbahaya
diubah menjadi produk yang tidak berbahaya melalui reaksi enzimatik yang
diperantarai oleh mikroorganisme, terutama bakteri.
Ekosistem Air Hitam merupakan ekosistem yang memiliki air berwarma
merah kehitaman, jernih, tidak berbau, kaya akan bahan organik, dan mengandung
berbagai senyawa toksik, seperti fenol, H₂S, dan logam berat (Mn, Zn, dan Pb).
Kandungan fenol yang tinggi mengisyaratkan terdapatnya bakteri yang mampu
mendegradasi polutan berfenol atau senyawa hidrokarbon lain, yang berpotensi untuk
digunakan dalam bioremediasi. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian ini,
dengan tujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri perombak fenol,
khusunya bakteri yang memiliki gen penyandi enzim fenol hidroksilase, dari
Ekosistem Air Hitam Kalimantan Tengah.
Tiga isolat bakteri (PB 138, BB 288, dan OM 343) berhasil diisolasi dari
tanah atau sedimen yang berasal dari Ekosistem Air Hitam Kalimantan Tengah, yang
ditumbuhkan dalam medium minimal (komposisi per liter: 0.5 g K2HPO4, 1 g NH4C1,
0.02 g MgSO4.7H2O, 0.2 g ekstrak khamir, dan 1 ml unsur kelumit) dengan 0.1%
fenol sebagai sumber karbon. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa ketiga isolat
tersebut tumbuh optimum pada suhu 37°C dan pH 7.0. Dari ketiga isolat bakteri
tersebut, PB 138 mampu tumbuh optimum pada konsentrasi fenol tertinggi (16 mM)
dau memiliki aktivitas enzim fenol hidroksilase yang tertinggi (1.6 U/ml). Hasil
identifikasi menunjukkan bahwa PB 138 termasuk dalam Pseudomonas sp.


