Analisis model konveyor pneumatik tipe hisab skala laboratorium untuk bahan kedelai (Glycine max.)
Abstract
Kedelai merupakan salah satu bahan utama masyarakat Indonesia. Kedelai termasuk biji-bijian yang mudah rusak sejak saat panen hingga pasca panen. Penyusutan pasca panen kedelai bisa mencapai 14.2% dan pada bagian pengeringan sebesar 2.7%. Karena itu penanganan pasca panen yang sangat baik sangat diperlukan dalam mengurangi susut hingga 10-23%(Esmay,1987). Penggunaan mesin pengering kedelai membutuhkan waktu lebih singkat, tidak tergantung cuaca serta tidak memerlukan tempat yang terlalu luas dibandingkan dengan penjemuran. Namun, mesin pengering kedelai membutuhkan biaya yang lebih tinggi. Seiring dengan kemajuan teknologi dan peningkatan produksi, mesin pengering berkapasitas besar dengan waktu pengeringan lebih singkat sangat dibutuhkan.

