View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Keanekaragaman dan Komposisi Species Semut (Hymenoptera: Formicidae) pada Vegetasi Mangrove Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara dan Muara Angke, Jakarta:

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (2.139Mb)
      Abstract (413.8Kb)
      Bab I (347.2Kb)
      Postcript (6.869Mb)
      Bab II (371.7Kb)
      Bab III (392.4Kb)
      Bab IV (645.1Kb)
      Bab V (1.010Mb)
      Cover (279.8Kb)
      Daftar Pustaka (358.5Kb)
      Penutup (310.5Kb)
      Lampiran (324.3Kb)
      Date
      2009
      Author
      Dakir
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Salah satu kelompok fauna yang memiliki kelimpahan tertinggi pada filum Arthropoda adalah kelompok serangga. Serangga merupakan fauna avertebrata yang memiliki peranan penting dalam berbagai ekosistem. Salah satu kelompok serangga yang memiliki peranan ekologi yang sangat penting adalah semut (Hymenoptera: Formicidae). Semut merupakan serangga eusosial yang penyebarannya sangat luas dan dapat ditemukan pada berbagai habitat mulai hutan tropis, padang rumput dan beberapa habitat lainnya. Semut memiliki keanekaragaman yang tinggi dan memiliki kemampuan adaptasi sehingga keberadaannya dapat ditemukan disemua habitat . Selain pada daerah teresterial semut juga dapat ditemukan di daerah pesisir pantai karena terdapat habitat yang memungkinkan keberadaan semut yaitu vegetasi mangrove antara lain Sonnerafia, Rhizophora dan Bruguiera. Kabupaten Kolaka dan Muara Angke adalah sebagian dari daerah pesisir pantai di Indonesia yang memiliki vegetasi mangrove. Kedua wilayah tersebut diduga memiliki keragaman semut yang cukup tinggi dan berbeda. Perbedaan yang terjadi disebabkan kondisi habitat dan faktor lingkungan. Oleh karena itu kedua daerah tersebut dijadikan lokasi penelitian. Pada vegetasi mangrove Kabupaten Kolaka lokasi pengambilan semut dilakukan pada tiga stasiun yaitu pada stasiun Latambaga, Samaturu dan Wolo, sedangkan pada vegetasi mangrove Muara Angke dilakukan pada satu stasiun yaitu pada kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/43907
      Collections
      • MT - Mathematics and Natural Science [4149]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository