Analisis kurva pertumbuhan von Bertalanffy, logistic dan gompertz pada domba St. Croix (H), Sumatera (S), St. Croix x Sumatera (HS), Barbados Blackbelly x Sumatera (BC) dan Komposit (K)
Date
1999Author
Suparyanto, Agus
Martojo, Harimurti
Subandriyo
Wiradarya, Tantan R
Metadata
Show full item recordAbstract
Beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam memasukan gen baru
bahwa domba luar harus memiliki kualifikasi: fertilitas domba introduksi harus lebih
tinggi dengan tingkat kematian anak sebelum sapih rendah, memiliki kemampuan jarak
beranak kurang dari 12 bulan, dengan laju pertumbuhan anak lebih baik dari bangsa
lokal dan kematian induk rendah. Sementara diketahui bahwa domba lokal Sumatera
memiliki kemampuan reproduksi yang cukup tinggi, namun bobot potongnya rendah.
Disamping itu umumnya memiliki tipe wol kasar yang senantiasa mengalami kesulitan
diri untuk menghilangkan cekaman panas.
Kendala-kendala tersebut dapat diatasi secara genetik yaitu dengan
menyilangkan antara domba lokal dengan domba bangsa rambut yang secara hirarki
nenek moyangnya berasal dari daerah panas (tropis), sehingga bangsa baru yang
terbentuk akan terbebas dari areal wol, dan memiliki sifat pertumbuhan yang lebih baik
sebagai ternak penghasil daging.
Berbicara pertumbuhan maka seringkali dikaitkan dengan kurva pertambahan bobot
badan dalam rentang umur tertentu. Di dalam teori dasar, pertumbuhan dibagi dalam dua
keadaan yang berbeda dimana, disatu pihak kondisi saat derajat laju pertumbuhan (slope)
bersifat positif dan sebaliknya dimana kondisi slope lebih bersifat negatif. Titik peralihan
dari dua sifat yang berbeda ini akan didapatkan keadaan dimana terjadinya titik belok suatu
kurva.
Collections
- MF - Animal Science [1374]


