Prevalensi dan Intensitas Infestasi Endoparasit Berdasarkan Hasil Analisis Feses Kura-Kura Air Tawar (Cuora Amboinensis) di Perairan Sulawesi Selatan
Abstract
Parasit merupakan organisme yang menumpang hidup pada organisme lain. Simbiosis parasitisme terjadi pada kura-kura. Kura-kura adalah inang untuk beberapa jenis parasit, diantaranya adalah Apicomplexa, Acanthocephala, Nematoda, Platyhelminthes dan Arthropoda. Feses inang dapat digunakan untuk menganalisis keberadaan endoparasit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan identifikasi jenis parasit berdasarkan hasil analisis feses Cuora amboinensis, mengkaji nilai prevalensi dan intensitas endoparasit feses Cuora amboinensis dan pola spesifitas parasit terhadap inang. Penangkapan kura-kura telah dilakukan selama lima bulan (Maret-Juli 2007) dan Mei 2008 di lima perairan Sulawesi Selatan meliputi Makassar, Watampone, Luwu Timur, Bulukumba dan Luwu Utara. Jenis kura-kura yang di koleksi adalah Cuora amboinensis tergolong ke dalam famili Geomydidae. Parasit di koleksi dari feses dan dipreparasi di Bagian Biosistematik dan Ekologi Hewan Departmen Biologi, FMIPA-IPB. Preparasi spesimen menggunakan pewarnaan eosin. Hasil menunjukkan bahwa hanya ada empat ekor dari 40 ekor Cuora amboinensis yang terinfestasi oleh endoparasit. Endoparasit pada feses adalah Platyhelminthes. Cacing endoparasit ditemukan sebanyak tujuh ekor. Nilai prevalensi adalah 0.88% dan intensitas 1.75 parasit/inang. Pola spesifitas adalah spesifik dan multi parasit.

