Desain Dan Uji Performansi Tugal Semi-Mekanis Penanam Dan Pemupuk Kedelai (Pupuk Granular) Untuk Lahan Kering
Abstract
Kondisi petani Indonesia secara umum dapat dikatakan petani tradisional dengan luas lahan yang relatif kecil, modal yang kecil serta pengetahuan akan teknologi bercocok tanam yang sederhana. Penanaman dan pemupukan pada budidaya kedelai masih dilakukan secara manual dengan metode tugal dan sebar, yang mengakibatkan besarnya tenaga kerja dan rendahnya keseragaman distribusi benih dan pupuk. Penanaman dengan menggunakan tugal semi-mekanis dapat menghemat tenaga kerja 16 - 17 orang per hektar. Pemberian pupuk dilakukan pada saat sebelum penanaman, bersamaan waktu penanaman dan setelah penanaman dengan jenis dan bentuk pupuk yang beragam. Untuk mengurangi biaya operasional unit pupuk, maka dibuat alat tanam dan pemupuk yang letaknya berdampingan.

