Minyak Sawit Mempercepat Regresi Aterosklerosis Aorta pada Kelinci Hiperkolesterolemia Ringan, tetapi Tidak pada yang Hiperkolesterolemia Berat
Date
2001Author
Momuat, Lidya Irma
Sulistiyani
Khomsan, Ali
Sajuthi, Dondin
Metadata
Show full item recordAbstract
Pengaruh komposisi asam lemak jenuh (LJ)/tak-jenuh (LTJ) dalam minyak sawit terhadap kadar lipid plasma dan aterosklerosis pada penderita hiperkolesterolemia dipelajari pada 40 ekor kelinci jantan yang dibuat hiperkolesterolemia ringan (kelompok HR, n=20) dan hiperkolesterolemia berat (kelompok HB, n=20) melalui pemberian pakan kolesterol (0.1% dan 0.5%) disertai 5% minyak kelapa selama 3 minggu. Kadar TPC kelompok HB (635±277 mg/dl) secara nyata meningkat lebih cepat dari kelompok HR (213±143 mg/dl). Selanjutnya regresi aterosklerosis dipelajari dengan menghilangkan kolesterol dari pakan. Untuk itu, kelompok HR dan HB masing-masing dibagi menjadi 4 sub-kelompok (n=5), yaitu kelompok kontrol aterosklerosis, kelompok pembanding (5% minyak kelapa), dan dua kelompok perlakuan minyak sawit (5%), masing-masing dengan komposisi LTJ LJ dan LTJ>LJ. Setelah 5 minggu masa perlakuan tanpa kolesterol, kadar TPC dan kolesterol LDL cenderung turun lebih besar pada kelompok HR yang diberi minyak sawit berkomposisi LTJ LJ (TPC turun 69%, LDL turun 62%) daripada kelompok minyak sawit berkomposisi LTJ>LJ (TPC turun 54%, LDL turun 61%) dan minyak kelapa (TPC turun 51%, LDL turun 57%). Pola yang sama terlihat juga pada kelompok HB, yakni penurunan kadar kolesterol pada kelompok minyak sawit berkomposisi LTJ-LJ lebih besar (TPC turun 62%, LDL turun 65%) daripada kelompok minyak sawit berkomposisi LTJ>LJ (TPC turun 52%, LDL turun 56%) dan minyak kelapa (TPC turun 59%, LDL turun 62%). Peningkatan kadar trigliserida akibat pemberian minyak sawit pada kelompok HR (36%) tidak sebesar pada kelompok HB (56%). Evaluasi aterosklerosis menunjukkan bahwa minyak sawit mempercepat regresi aterosklerosis pada kelompok HR (kadar kolesterol aorta = 2.6±0.6 mg/g) dibandingkan minyak kelapa (4.5±2.5 mg/g). Efek ini tidak terlihat pada kelompok HB. Perbedaan komposisi LJ/LTJ dalam minyak sawit belum menunjukkan perbedaan nyata terhadap regresi aterosklerosis maupun kadar kolesterol darah.


