View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquaculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquaculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      UJI PATOGENITAS VIRUS PENYEBAB WHITE SPOT PADA UDANG WINDU Penaeus monodon Fabricius

      Thumbnail
      View/Open
      C02DAN1.pdf (2.049Mb)
      C02DAN1_abstract.pdf (237.4Kb)
      Date
      2002
      Author
      Niman, Dwi Arifianto
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Salah satu penyakit infeksi yang menyerang udang windu adalah penyakit white spot yang sangat berbahaya, dapat menyebabkan mortalitas tinggi (70-100%) dalam waktu 2-7 hari. Oleh karena itu diperlukan informasi mengenai proses penularan, virulensi, ciri khas infeksi dan gejala klinis dari penyakit tersebut. Penelitian dilakukan pada bulan April 2001-Mei 2001. Percobaan penularan dilakukan di Balai Penelitian Perikanan Air Tawar (Balitkanwar) proyek ACIAR. Preparasi histologis dan pemeriksaan infeksi white spot dikerjakan di laboratorium Kesehatan Ikan Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ' IPB. Sedangkan pengukuran kualitas air (suhu, salinitas, NH3, dan DO) dikerjakan di Laboratorium Lingkungan Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Bogor. Benur udang yang dipergunakan berasal dari pembenihan di daerah Tanjung Pasir, Tangerang (Banten), stadia PL-12, status kesehatan udang uji ditentukan melalui skrining formalin 100 ppm. Inokulum diperoleh dari hemolim udang windu terinfeksi white spot asal Balitvet dengan konsentrasi 20 (-ig/ml, 200 |ug/ml, dan 2000 j.Lg/ml . Aklimatisasi dilakukan selama 5 hari sebelum perlakuan dengan pakan yang dipergunakan adalah Artemia dan pellet dalam bentuk remah. Infeksi dilakukan dengan cara perendaman. Jumlah udang yang dipergunakan masing-masing perlakuan 100 ekor dengan kepadatan 50 ekor tiap akuarium. Sampling dilakukan sebanyak 3 ekor dan waktu inokulasi adalah 0 jam (dicelup sesaat), 1 jam, dan 6 jam. Hasil estimasi virus sebesar 20-23 mg/ml menunjukkan tingkat kepekatan virus dalam hemolim cukup tinggi. Gejala klinis yang terlihat adalah letargik, sulit makan, berenang lemah, tubuh menjadi pucat, dan diiringi timbulnya bintik putih {white spot) pada karapas. Pengamatan pasca infeksi terlihat bahwa organ antena, antenula, hepatopankreas dan segmen tubuh pascalarva udang mengalami kelainan. Ujung
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/22078
      Collections
      • UT - Aquaculture [2191]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository