Kajian Perbandingan Model Regresi Beta-Binomial dengan Model Regresi Logistik dan Penyerapannya untuk Menduga Pola Kelulusan Mahasiswa TPB-IPB
Abstract
Penggunaan metode statistika yang mengasumsikan ketidakbebasan antara subunit dari gerombol (seperti dalam model regresi logistik) dapat menjadi tidak tepat. Jika terdapat korelasi antara pengamatan, maka nilai penduga parameter dari model yang tidak memperhitungkan adanya korelasi mungkin mempunyai galat baku yang underestimated. Jadi kovariat-kovariat yang ada dalam model bisa dengan keliru dianggap sebagai suatu statistik yang penting, jika keragaman yang sebenarnya di dalam data hams memberi suatu indikasi hasil yang lebih tidak jelas. Metode baku juga tidak dapat digunakan untuk memeriksa suatu permasalahan tentang korelasi diantara peubah respon. Model altematif yang diusulkan sesuai dengan permasalahan yang diamati adalah model regresi beta-binomial. Pemilihan model beta-binomial ini didasarkan pada kemudahan-kemudahannya, baik dalam perhitungan penurunan hngsi kemungkinannya maupun dalam menginterpretasi parameter-parameter yang berada di dalam model.

