Potensi Tanaman Kemangi, Asam Jawa, dan Asam Gelugur Sebagai Antioksidan dan Inhibitor Lipase Pankreas In vitro
Date
2025Author
Kandi, Rizky Putra
Hasim
Ambarsari, Laksmi
Faridah, Didah Nur
Metadata
Show full item recordAbstract
Obesitas merupakan kondisi kelebihan berat badan yang disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan keluar tubuh sehingga menimbulkan resiko kesehatan. Pencarian obat untuk mencegah dan mengatasi kondisi obesitas dapat dilakukan salah satunya adalah dengan menginhibisi enzim pencerna lemak lipase pankreas. Daun tanaman kemangi, daun asam jawa, dan buah asam gelugur berpotensi menginhibisi enzim lipase pankreas dan memiliki kapasitas antioksidan. Penelitian bertujuan menentukan kadar fenolik dan flavonoid total, kapasitas antioksidan, serta aktivitas inhibisi lipase pankreas dari ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum), buah asam gelugur (Garcinia atroviridis), serta ekstrak dan fraksi daun asam jawa (Tamarindus indica).
Sampel daun tanaman kemangi dan asam jawa yang berbentuk simplisia, serta potongan kecil dari buah asam gelugur, dihitung kadar airnya dan diekstraksi komponen bioaktifnya dengan etanol 70% metode ultrasonikasi. Ekstrak daun asam jawa difraksinasi dengan empat pelarut berbeda polaritas, yaitu n-heksana, kloroform, etil asetat, dan akuades. Penentuan kadar fenolik total dilakukan menggunakan metode Folin-Ciolcateu yang didasarkan pada aktivtitas reduksi reagen Folin Ciocalteu dan digunakan asam galat sebagai standar, sementara penentuan kadar flavonoid total didasarkan pada aktivitas kompleksasi senyawa flavonoid dengan reagen AlCl3 serta menggunakan kuersetin sebagai standarnya. Daun asam jawa mengandung kadar fenolik tertinggi (245,23 mg EAG/g ekstrak) sementara buah asam gelugur mengandung kadar flavonoid tertinggi (26,96 mg EK/g ekstrak) meskipun tidak berbeda nyata dengan kedua sampel tanaman lainnya. Di sisi lain, fraksi akuades ekstrak daun asam jawa mengandung kadar fenolik terbanyak (69,04 mg EAG/g ekstrak) sementara fraksi kloroform ekstrak daun asam jawa mengandung flavonoid total terbanyak (10,05 mg EK/g ekstrak)
Penentuan kapasitas antioksidan DPPH dan FRAP secara berurutan didasarkan atas peredaman radikal bebas DPPH· dan pereduksian kompleks besi-tripiridiltriazin [Fe(III)(TPTZ)]3+. Ekstrak daun asam jawa memiliki kapasitas antioksidan DPPH dan FRAP terbaik diantara ketiga sampel tanaman lainnya (112,26 µmol ET/g ekstrak dan 2.144,7 µmol ET/g ekstrak). Sementara itu, fraksi ekstrak daun asam jawa dengan kapasitas antioksidan DPPH dan FRAP terbaik adalah fraksi akuades (56,05 µmol ET/g ekstrak dan 657,37 µmol ET/g ekstrak).
Aktivitas inhibisi enzim lipase pankreas ditentukan berdasarkan pembentukan nitrofenol dari proses hidrolidis p-nitrofenilbutirat oleh enzim lipase pankreas. Ekstrak daun asam jawa memiliki aktivitas inhibisi terbaik diantara ketiga sampel (IC50 153,32 µg/mL) namun masih dibawah kontrol positif orlistat (IC50 50,41 µg/mL). Fraksi akuades ekstrak daun asam jawa memiliki persentase penghambatan tertinggi (74,74%) namun nilai tersebut masih di bawah kontrol positif orlistat (76,82%). Terdapat korelasi antara kadar fenolik dan flavonoid total dengan kapasitas antioksidan terhadap aktivitas inhibisi enzim lipase pankreas
