Kombinasi Ekstrak Daun Remek Daging dan Pulai sebagai Agen Imunosupresan Berbasis Herbal
Date
2025Author
Salsabila, Adisa Putri
Iswantini, Dyah
Trivadila
Mayasari, Ni Luh Putu Ika
Metadata
Show full item recordAbstract
Hipersensitivitas imun, termasuk penyakit autoimun seperti lupus dan artitis
reumatoid, merupakan masalah kesehatan global yang ditandai oleh aktivasi sistem
imun berlebihan. Kondisi ini menyebabkan peradangan kronis dan kerusakan
jaringan tubuh. Untuk mengatasi kondisi ini, imunosupresan sintetis seperti
glukokortikosteroid banyak digunakan, namun penggunaannya dalam jangka
panjang sering memicu efek samping serius seperti peningkatan risiko infeksi. Oleh
karena itu, pengembangan agen imunosupresan alternatif berbasis herbal menjadi
urgensi yang perlu dieksplorasi. Tanaman Hemigraphis colorata (H. colorata) dan
Alstonia scholaris (A. scholaris) diketahui memiliki senyawa bioaktif seperti
flavonoid dan alkaloid yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi sehingga
kombinasi ekstrak dari keduanya diduga dapat memberikan efek sinergis sebagai
agen imunosupresan yang lebih aman dan minim toksisitas.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi kombinasi ekstrak daun H.
colorata dan A. scholaris dalam menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2
(COX-2) dan menurunkan produksi sitokin proinflamasi seperti, tumor necrosis
factor-alpha (TNF-a), interleukin-6 (IL-6), interleukin-1 beta (IL-1ß), interleukin1 alpha (IL-1a), dan interleukin-2 (IL-2) secara in vitro. Ekstraksi dilakukan
dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 30%, menghasilkan lima
formula berdasarkan rasio campuran kedua tanaman. Aktivitas antioksidan diuji
menggunakan metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil, kandungan flavonoid ditentukan
secara kolorimetri, sedangkan toksisitas awal dievaluasi melalui metode brine
shrimp lethality test. Aktivitas imunosupresan dianalisis menggunakan kultur sel
makrofag RAW 264.7 yang diinduksi dengan lipopolisakarida (LPS) untuk
menstimulasi produksi sitokin, dan penghambatan COX-2 dianalisis menggunakan
inhibitor screening assay kit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula berada dalam kategori
tidak toksik. Formula F5, kombinasi H. colorata dan A. scholaris dengan rasio 2:1,
memiliki kandungan flavonoid yang tinggi dan aktivitas antioksidan yang sangat
kuat. Formula ini juga menunjukkan kemampuan yang baik dalam menghambat
COX-2 serta menurunkan kadar TNF-a, IL-6, IL-1ß, IL-1a, dan IL-2 pada sel RAW
264.7 secara dose-dependent. Dibandingkan dengan ekstrak tunggal, kombinasi dua
ekstrak tersebut terbukti memberikan efek biologis yang lebih baik dengan tingkat
toksisitas yang lebih rendah.
Dengan demikian, kombinasi ekstrak daun H. colorata dan A. scholaris
berpotensi sebagai agen imunosupresan berbasis herbal yang efektif dan aman. Efek
sinergis yang dihasilkan memperkuat aktivitas antiinflamasi sekaligus menurunkan
risiko toksisitas, sehingga relevan untuk dikembangkan sebagai alternatif terapi
dalam penanganan kondisi inflamasi berlebih dan hipersensitivitas sistem imun. Immune hypersensitivity, including autoimmune diseases such as lupus and
rheumatoid arthritis, is a global health issue characterized by excessive immune system
activation. This condition may lead to chronic inflammation and tissue damage.
Although synthetic immunosuppressants such as glucocorticosteroids are commonly
used, their long-term administration is often associated with serious side effects,
including an increased risk of infection. Therefore, the development of herbal-based
immunosuppressive agents has become an urgent area that needs to be explored.
Hemigraphis colorata (H. colorata) and Alstonia scholaris (A. scholaris) are known to
contain bioactive compounds such as flavonoids and alkaloids with antioxidant and
anti-inflammatory properties, and their combination is hypothesized to provide
synergistic effects as a safer immunosuppressant agent with minimal toxicity.
This study aimed to evaluate the potential of combined leaf extracts of H.
colorata and A. scholaris in inhibiting cyclooxygenase-2 (COX-2) enzyme activity and
reducing proinflammatory cytokines including tumor necrosis factor-alpha (TNF-a),
interleukin-6 (IL-6), interleukin-1 beta (IL-1ß), interleukin-1 alpha (IL-1a), and
interleukin-2 (IL-2) in vitro. Extraction was carried out via maceration using 30%
ethanol, producing five formulas based on various mixing ratios of the two plants.
Antioxidant activity was evaluated using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH)
method, total flavonoid content was assessed colorimetrically, and preliminary toxicity
was tested using the brine shrimp lethality test. Immunosuppressive activity was
examined in RAW 264.7 macrophage cells stimulated with lipopolysaccharide (LPS),
while COX-2 inhibition was measured using an inhibitor screening assay kit.
The results showed that all formulas were categorized as non-toxic. Formula F5,
with a 2:1 ratio of H. colorata to A. scholaris, demonstrated high flavonoid content and
strong antioxidant activity. This formula also exhibited notable inhibition of COX-2
and significantly reduced TNF-a, IL-6, IL-1ß, IL-1a, and IL-2 levels in a dosedependent manner. Compared to single extracts, the combination extract provided
enhanced biological activity with lower toxicity.
In conclusion, the combination of H. colorata and A. scholaris leaf extracts
shows strong potential as an effective and safe herbal-based immunosuppressant. The
synergistic effect of both extracts enhances anti-inflammatory activity while
minimizing toxic side effects, making it highly promising for development as an
alternative therapy in the management of excess inflammation and immune
hypersensitivity.
