Analisa Kinerja Mesin Diesel Menggunakan Biodiesel yang Diolah melalui Gliserolisis
Abstract
Peningkatan konsumsi energi global mendorong penggunaan bahan bakar
alternatif yang ramah lingkungan, salah satunya adalah biodiesel. Namun, bahan
baku murah untuk biodiesel seperti minyak non-edible dan limbah industri
umumnya memiliki kandungan asam lemak bebas (free fatty acid/FFA) yang tinggi,
sehingga perlu dilakukan pra-perlakuan untuk menurunkan kadar FFA agar proses
transesterifikasi dapat berlangsung secara efisien. Penelitian ini bertujuan
mengevaluasi pengaruh penambahan gliserol sebagai bahan penurun FFA terhadap
performa mesin diesel dengan cara membandingkan dengan biodiesel tanpa gliserol.
Penelitian ini dilakukan dengan dua perlakuan yaitu dengan kondisi tanpa gliserol
dan kondisi penambahan gliserol pada biodiesel. Gliserol ditambahkan dengan
rasio 0,75 g/g, 1 g/g, dan 1,25 g/g untuk menurunkan kadar FFA. Metode yang
digunakan meliputi uji mutu biodiesel dan pengujian performa mesin diesel pada
variasi bahan bakar tersebut. Hasil penelitian membuktikan adanya pengaruh
gliserol dengan hasil performa mesin meningkat dengan torsi maksimum 588 Nm
pada 1799 rpm (gliserol 0,75 g/g) dan daya maksimum 4,05 kW pada 2083 rpm
(gliserol 1 g/g). Konsumsi bahan bakar spesifik terendah 273,47 g/kW-h dicapai
pada gliserol 1 g/g , lebih efisien dibandingkan bahan bakar tanpa gliserol. The increasing global energy demand has driven the use of environmentally
friendly alternative fuels, one of which is biodiesel. However, inexpensive
feedstocks for biodiesel such as non-edible oils and industrial waste generally
contain high levels of free fatty acids (FFA), requiring pretreatment to reduce the
FFA content for efficient transesterification. This study aims to evaluate the effect
of adding glycerol as an FFA-reducing agent on diesel engine performance by
comparing it with conventional biodiesel. The study was conducted with two
treatments: normal biodiesel and biodiesel with added glycerol. Glycerol was added
at ratios of 0,75 g/g, 1 g/g, and 1,25 g/g to reduce FFA levels. Methods included
biodiesel quality testing and diesel engine performance testing using the different
fuel variations. The results demonstrated that glycerol addition influenced engine
performance, showing an increase with a maximum torque of 588 Nm at 1799 rpm
(glycerol 0,75 g/g) and maximum power of 4,05 kW at 2083 rpm (glycerol 1 g/g).
The lowest specific fuel consumption of 273,47 g/kW-h was achieved with glycerol
1 g/g, indicating greater efficiency compared to fuel without glycerol.
