Produksi Senyawa Bioaktif dari Limbah Tahu Menggunakan Enzim Bromelain Daun Nanas Ananas comosus
Abstract
Tahu merupakan salah satu bahan pangan utama manusia dan menjadi alternatif protein hewani. Limbah tahu yang dihasilkan dari pabrik tahu Indonesia sangat melimpah, yaitu 3,5 juta ton per tahun. Limbah tahu mengandung karbohidrat, protein, dan senyawa aktif. Produksi senyawa aktif dari limbah tahu dapat dilakukan melalui proses degradasi menggunakan enzim bromelain daun nanas. Produksi senyawa aktif dari limbah tahu belum pernah dilaporkan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk memproduksi senyawa aktif dari limbah tahu menggunakan enzim bromelain daun nanas. Penelitian ini diawali dengan fermentasi untuk produksi bromelain, pengukuran aktivitas bromelain, presipitasi bromelain, produksi peptida dari limbah tahu, pengujian senyawa aktif hasil degradasi limbah tahu sebagai agen antibakteri, dan analisis senyawa aktif menggunakan Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LC-MS). Bromelain yang diekstraksi dengan P. pentosaceus E7 memiliki aktivitas spesifik 0,557 ± 0,018 U/mg sedangkan bromelain yang diekstraksi dengan L. plantarum NHC7 memiliki aktivitas spesifik 0,622 ± 0,014 U/mg. Kadar peptida limbah cair tahu hasil degradasi menggunakan bromelain E7 sebesar 41,01 ± 0,062 mg/mL dan limbah cair tahu hasil degradasi menggunakan bromelain NHC7 sebesar 29,89 ± 0,096 mg/mL. Hasil LCMS menunjukkan terdapat 18 senyawa bioaktif berhasil terkonfirmasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah limbah tahu dapat digunakan untuk produksi peptida dan senyawa bioaktif.
