Keanekaragaman Mamalia Kecil Famili Muridae dan Soricidae di Semenanjung Utara Sulawesi, Indonesia
Date
2025Author
Irsaf, Zulkurnia
Rianti, Puji
Achmadi, Anang Setiawan
Metadata
Show full item recordAbstract
Mamalia kecil non-volant, khususnya dari ordo Rodentia dan Eulipotyphla,
menunjukkan tingkat keanekaragaman dan endemisitas yang tinggi di wilayah
Wallacea, terutama di Pulau Sulawesi. Meskipun sejumlah survei sebelumnya telah
dilakukan, informasi mengenai distribusi dan keanekaragaman mamalia kecil di
wilayah Semenanjung Utara Sulawesi masih sangat terbatas. Padahal, kawasan ini
memiliki sejarah geologis yang kompleks dan merupakan habitat bagi berbagai
spesies endemik, termasuk tikus dan cecurut.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman dan distribusi
mamalia kecil dari famili Muridae dan Soricidae pada empat lokasi di Semenanjung
Utara Sulawesi, yaitu Gunung Dako, Gunung Galang, Ilomata (Taman Nasional
Bogani Nani Wartabone), dan Gunung Klabat. Penelitian dilakukan pada rentang
elevasi yang mencakup hutan dataran rendah, pegunungan bawah, dan pegunungan
atas. Pengambilan sampel dilakukan melalui jalur transek menggunakan perangkap
jepit, perangkap Sherman, dan pitfall trap. Spesimen yang diperoleh diukur secara
morfologis, diidentifikasi, dan dianalisis keanekaragamannya dengan perangkat
lunak PAST (Paleontological Statistics). Proses identifikasi mengacu pada standar
internasional, dan seluruh spesimen diawetkan untuk kepentingan taksonomi
lanjutan.
Sebanyak 33 spesies mamalia kecil berhasil diidentifikasi, terdiri atas 23
spesies dari famili Muridae dan 10 spesies dari Soricidae. Pola sebaran spesies
sangat bervariasi antar lokasi dan tipe habitat, dengan elevasi menengah (>1.000–
2.000 m dpl) menunjukkan tingkat keanekaragaman tertinggi, yaitu 29 spesies.
Beberapa spesies memiliki sebaran luas (kosmopolitan), sementara lainnya bersifat
lokal, yang mengindikasikan tingkat endemisme dan isolasi habitat yang tinggi.
Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener berkisar antara 2,00–2,57; nilai tertinggi
ditemukan di Gunung Galang (2,57), sementara Ilomata menunjukkan dominansi
oleh spesies tertentu.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingginya tingkat keanekaragaman
dan endemisitas mamalia kecil di kawasan ini dipengaruhi oleh sejarah geologis
Pulau Sulawesi yang unik, fragmentasi habitat, dan isolasi geografis. Temuan
penting dari studi ini adalah adanya enam jenis mamalia kecil yang belum dapat
diidentifikasi, yang diduga merupakan spesies baru. Hal ini menunjukkan bahwa
Semenanjung Utara Sulawesi memiliki potensi besar untuk penemuan taksa baru,
serta menegaskan pentingnya konservasi kawasan tersebut. Pola keanekaragaman
yang teridentifikasi dipengaruhi oleh faktor elevasi, struktur habitat, dan adaptasi
ekologis spesies terhadap lingkungan lokalnya. Non-volant small mammals, particularly those belonging to the orders
Rodentia and Eulipotyphla, exhibit high levels of diversity and endemism within
the Wallacea region, especially on Sulawesi Island. Although several previous
surveys have been conducted, information on the distribution and diversity of small
mammals in the Northern Peninsula of Sulawesi remains limited. This region,
however, has a complex geological history and is home to numerous endemic
species, including rodents and shrews.
This study aims to analyze the diversity and distribution of small mammals
from the families Muridae and Soricidae across four sites in the Northern Peninsula
of Sulawesi: Mount Dako, Mount Galang, Ilomata (Bogani Nani Wartabone
National Park), and Mount Klabat. Sampling was conducted across different
elevational ranges, encompassing lowland forest, lower montane forest, and upper
montane forest. Specimens were collected using transect-based trapping methods,
including snap traps, Sherman traps, and pitfall traps. All specimens were
morphologically measured, taxonomically identified, and analyzed for diversity
using the Paleontological Statistics (PAST) software. Species identification
followed international standards, and specimens were preserved for further
taxonomic research.
A total of 33 small mammal species were identified, consisting of 23 species
from the Muridae family and 10 from the Soricidae family. Species distribution
varied considerably across sites and habitat types, with the mid-elevation zone
(>1,000–2,000 m asl) exhibiting the highest diversity, comprising 29 species.
Several species showed wide (cosmopolitan) distributions, while others were found
only locally, indicating strong endemism and habitat isolation. The ShannonWiener
diversity
index
ranged
from
2.00
to
2.57,
with
Mount
Galang
showing
the
highest
diversity
(2.57)
and
Ilomata
exhibiting
dominance
by certain
species.
These findings suggest that the high diversity and endemism of small
mammals in the region are driven by Sulawesi’s unique geological history, habitat
fragmentation, and geographic isolation. A notable discovery of this study is the
presence of six unidentified species, which are suspected to be new to science. This
highlights the Northern Peninsula of Sulawesi as a promising area for the discovery
of new taxa and underscores the urgent need for conservation. The patterns of
diversity observed were strongly influenced by elevation, habitat structure, and
species-specific ecological adaptations to local environmental conditions.
