Pengaruh Jenis Kemasan dan Lama Penyimpanan Wafer Suplemen Pakan terhadap Kualitas Fisik dan Akseptabilitas.
Date
2025Author
Maulhaya , Agisna
Retnani, Yuli
Amirroenas, Dwierra Evvyernie
Metadata
Show full item recordAbstract
Corn Gluten Feed (CGF) hasil ikutan pengolahan (by product) corn set milling yang
berasal dari tepung pati jagung. Prill fat adalah produk turunan dari pengolahan minyak
sawit. Penelitian ini menentukan pengaruh jenis kemasan dan lama penyimpanan terhadap
karakteristik fisik wafer mengandung CGF dan prill fat. Percobaan dilakukan dengan
menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 5 x 2 dengan dua faktor A (jenis
kemasan karung dengan inner dan kardus) dan faktor B (lama penyimpanan 0, 2, 4, 6, 8
minggu). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan perlakuan untuk uji akseptabilitas
menggunakan pengujian kuantitatif dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
jenis kemasan dan lama penyimpanan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar air,
aktivitas air, wafer durability index, dan serangan serangga. Durasi lama penyimpanan
dan jenis kemasan pada kadar air dan aktivitas air untuk semua jenis kemasan dengan
masing-masing 10,85±2,44 dan 0,6147±0,0111 pada jenis kemasan karung dengan inner
dan 11,36±2,31 dan 0,6112± 0,0087 pada jenis kemasan kardus. Pada kemasan karung
dengan inner dan kardus menunjukkan penurunan ketahanan benturan dengan masingmasing 96,523±1,913 dan 95,969±2,983. Pada serangan jamur tidak tumbuh pada semua
jenis kemasan. Pada serangan serangga terdapat pada jenis kemasan kardus hingga lama
penyimpanan 4 minggu. Uji akseptabilitas dengan lama penyimpanan sampai dengan
minggu 4 dapat diterima oleh sapi perah dengan baik. Jenis kemasan yang paling efektif
adalah karung dengan inner dengan lama simpan 8 minggu. Corn Gluten Feed (CGF) hasil ikutan pengolahan (by product) corn set milling yang
berasal dari tepung pati jagung. Prill fat adalah produk turunan dari pengolahan minyak
sawit. Penelitian ini menentukan pengaruh jenis kemasan dan lama penyimpanan terhadap
karakteristik fisik wafer mengandung CGF dan prill fat. Percobaan dilakukan dengan
menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 5 x 2 dengan dua faktor A (jenis
kemasan karung dengan inner dan kardus) dan faktor B (lama penyimpanan 0, 2, 4, 6, 8
minggu). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan perlakuan untuk uji akseptabilitas
menggunakan pengujian kuantitatif dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
jenis kemasan dan lama penyimpanan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar air,
aktivitas air, wafer durability index, dan serangan serangga. Durasi lama penyimpanan
dan jenis kemasan pada kadar air dan aktivitas air untuk semua jenis kemasan dengan
masing-masing 10,85±2,44 dan 0,6147±0,0111 pada jenis kemasan karung dengan inner
dan 11,36±2,31 dan 0,6112± 0,0087 pada jenis kemasan kardus. Pada kemasan karung
dengan inner dan kardus menunjukkan penurunan ketahanan benturan dengan masingmasing 96,523±1,913 dan 95,969±2,983. Pada serangan jamur tidak tumbuh pada semua
jenis kemasan. Pada serangan serangga terdapat pada jenis kemasan kardus hingga lama
penyimpanan 4 minggu. Uji akseptabilitas dengan lama penyimpanan sampai dengan
minggu 4 dapat diterima oleh sapi perah dengan baik. Jenis kemasan yang paling efektif
adalah karung dengan inner dengan lama simpan 8 minggu. Mold attack did not grow in all types of packaging. Insect infestation was found in the
Cardboard packaging type for up to 4 weeks of storage. Acceptability tests with storage duration up to week 4 can be accepted by dairy cows well. The most effective packaging
type was sacks with inner bags with a shelf life of 8 weeks.
