Efek Antihiperglikemik Ekstrak Air Buah Mahkota Dewa Pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotosin
Abstract
Buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat diabetes tetapi bukti ilmiahnya belum pernah dipublikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh ekstrak air buah mahkota dewa terhadap penurunan kadar glukosa darah (antihiperglikemik) pada tikus diabetes. Kelompok penelitian terdiri atas 26 ekor tikus putih jantan dewasa (Sprague Dawley) yang diinduksi dengan 30 mg/kg berat badan (bb) streptozotosin (STZ) dan dibagi ke dalam tiga kelompok. Kelompok kontrol hanya diberi aquabides (n = 7), kelompok perlakuan pertama diberi dosis standar 31,2 mg/kg bb (n = 10) dan kelompok perlakuan kedua diberi dosis tinggi 62,4 mg/kg bb (n=9). Dosis standar merupakan hasil konversi 5 g irisan kering buah mahkota dewa untuk orang dewasa dengan bobot badan ± 60 kg. Bobot badan dan kadar glukosa darah diukur tiga hari setelah diinduksi STZ dan dua minggu setelah perlakuan. Trigliserida serum diukur pada akhir perlakuan.
Hasil penelitian menunjukan setelah tiga hari diinduksi streptozotosin semua kelompok mengalami diabetes dengan kadar glukosa darah berkisar 270422 mg/dL. Setelah dua minggu perlakuan, kelompok dosis tinggi, menunjukan penurunan kadar glukosa darah hingga 46,1% pada minggu pertama dan 43,8% pada minggu kedua, yang signifikan dibandingkan kontrol. Kadar trigliserida pada semua kelompok menunjukan nilai normal. Sehingga, ekstrak air buah mahkota dewa memiliki efek antihiperglikemik pada tikus diabetes yang diinduksi STZ.
Collections
- UT - Biochemistry [1470]
