Penghambatan Peroksidasi Lipid oleh Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) pada Gangguan Fungsi Hati Tikus akibat Parasetamol
View/ Open
Date
2005Author
Ruswandi, Dede
Sulistiyani
Zuhud, Ervizal A. M.
Metadata
Show full item recordAbstract
Masyarakat tradisional telah memanfaatkan mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) sebagai obat penyakit kanker, penyakit jantung, penyakit hati, penyakit diabetes, penyakit darah tinggi dan penyakit ginjal. Penelitian ini, bertujuan menguji kemampuan ekstrak mahkota dewa dalam mencegah gangguan fungsi hati dilihat dari kemampuannya menghambat peningkatan kadar lipid peroksida.
Dalam penelitian, 30 ekor tikus dibagi menjadi enam kelompok yaitu kontrol negatif yang hanya diberi pakan standar, kelompok kontrol positif yang diberi parasetamol selama 14 hari, 3 kelompok perlakuan yang diberi parasetamol dan ekstrak mahkota dewa yaitu: 1) ekstrak etanol dosis 100mg/Kg BB, 2) ekstrak etanol dosis 50mg/Kg BB, 3) ekstrak air dosis 50mg/Kg BB. Satu kelompok terakhir diberi parasetamol dan ekstrak temulawak sebagai kontrol terhadap aktivitas antioksidan. Seluruh hewan yang diberi ekstrak selama 7 hari kemudian diberi parasetamol 500mg/Kg BB. Konsentrasi lipid peroksida diukur pada hari ke-0, 7, 14 dan 21.
Analisis serum kontrol positif pada akhir percobaan (hari ke-21) menunjukkan konsentrasi lipid peroksida 89,36% lebih tinggi dari kontrol negatif (p<0,05). Hal ini berarti adanya kemampuan parasetamol menginduksi reaksi peroksidasi. Sedangkan pada kelompok tikus perlakuan yang diberi ekstrak etanol dan ekstrak air mahkota dewa, dan ekstrak temulawak, konsentrasi lipid peroksida tetap terlihat pada kisaran normal konsentrasi lipid peroksida kontrol negatif (p> 0,05). Hasil analisis ini menunjukkan adanya kemampuan ekstrak etanol dan ekstrak air mahkota dewa dalam mencegah reaksi peroksidasi yang diinduksi oleh radikal bebas parasetamol.
Collections
- UT - Biochemistry [1470]
