View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biochemistry
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biochemistry
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Potensi Akar Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jack.) Sebagai Afrodisiak

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (33.56Mb)
      Date
      2005
      Author
      Andrianto, Dimas
      Bintang, Maria
      Kustaman, Eman
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kemampuan akar pasak bumi sebagai afrodisiak diuji dengan mencekokkan ekstrak ke anak ayam jantan. Pengaruh ekstrak diamati terhadap pertumbuhan jengger dan bobot badan, serta bobot jengger, testis, hati, bursa fabrisius, dan limpa. Pengaruh dipertegas dengan mengukur kadar testosteron serum darah menggunakan Electro Chemilumiscence Immuno Assay (ECLIA). Kemampuan akar pasak bumi dibandingkan dengan jamu dan air rebusannya, sedangkan sebagai kontrol positif digunakan metil testosteron. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak akar pasak bumi mengandung metabolit diantaranya androgen, androgen tersebut bukanlah metil testosteron atau 17-β-hidroksi-1-a-metil-5-a-androsten-3-on. Efek androgenik dan anabolik terbesar ditunjukkan oleh ekstrak akar pasak bumi 0,417 mg/kg bb, selanjutnya jamu dan air rebusannya dibandingkan dengan kontrol negatif. Efek androgenik ekstrak 0,417 mg/kg bb ditunjukkan oleh pertambahan panjang dan lebar jengger harian yang berbeda nyata 0,083 cm/hari dan 0,020 cm/hari lebih baik dibandingkan dengan kontrol positif 0,080 cm/hari dan 0,020 cm/hari, dan kontrol negatif 0,074 cm/hari dan 0,010 cm/hari. Pertambahan panjang dan lebar jengger untuk jamu 0,069 cm/hari dan 0,017 cm/hari, sedangkan untuk air rebusan 0,069 cm/hari dan 0,016 cm/hari. Hal tersebut menunjukkan efek androgenik jamu dan air rebusan lebih kecil dibandingkan dengan kontrol positif. Efek anabolik ditunjukkan oleh pertambahan bobot badan anak ayam jantan selama masa perlakuan. Pertambahan bobot badan harian oleh pemberian ekstrak 0,417 mg/kg bb, jamu, dan air rebusan 11,3846 g/hari, 10,1538 g/hari, dan 9,8461 g/hari tidak berbeda nyata dibandingkan dengan kontrol positif dan negatif 11,0769 g/hari dan 9,6231 g/hari. Efek pemberian ekstrak 0,834 mg/kg ditunjukkan oleh pertambahan panjang jengger, lebar jengger, dan bobot badan harian 0,057 cm/hari, 0,013 cm/hari, dan 10,6154 g/hari berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ayam dibandingkan kontrol negatif dan positif.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162863
      Collections
      • UT - Biochemistry [1470]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository