Pengaruh Salinitas dan Masa Panen Terhadap Kandungan Diosmin pada Tanaman Seledri (Apium graveolens l)
View/ Open
Date
2005Author
Nurhidayah, Agi
Djauhari, Edy
Darusman, Latifah K
Metadata
Show full item recordAbstract
Tanaman seledri (Apium graveolens L.) telah lama digunakan sebagai tanaman obat tradisional yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Khasiat tersebut disebabkan karena tanaman seledri mengandung senyawa flavonoid. Diosmin merupakan senyawa flavonoid yang terbukti memiliki aktivitas antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh dari masa panen dan salinitas terhadap kandungan metabolit sekunder, diosmin, pada tanaman seledri. Rancangan percobaan yang digunakan terdiri atas dua fakturial, yang dilakukan di rumah kaca gunung gede dari Juni 2004 sampai dengan Agustus 2004, menggunakan rancangan acak kelompok. Rancangan percobaan ini digunakan untuk melihat respon pertumbuhan tanaman. Faktor pertama adalah 3 taraf konsentrasi NaCl (0 ppm, 2000 ppm, dan 4000 ppm), dan faktor yang kedua adalah 2 masa perlakuan (3 minggu dan 5 minggu). Diosmin diekstrak dari simplisia seledri dengan cara refluks menggunakan 10% DMSO dan diidentifikasi dengan kromatografi lapis tipis. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) digunakan untuk mengukur konsentrasi diosmin.
Kombinasi perlakuan pada taraf 4000 ppm dan 5 minggu masa perlakuan nyata mengurangi tinggi tanaman, jumlah batang, jumlah daun, dan jumlah cabang. Kombinasi perlakuan 4000 ppm dan 3 minggu masa perlakuan juga nyata menurunkan jumlah batang, jumlah daun, dan jumlah cabang, tapi tidak berbeda nyata mengurangi tinggi tanaman.
Hasil kromatografi lapis tipis menunjukan bahwa semua ekstrak simplisia seledri diduga mengandung diosmin. Berdasarkan nilai Rf standar diosmin pada HPLC, hanya 3 ekstrak yang terdeteksi mengandung diosmin. Ketiga ekstrak ini berasal dari kelompok 5 minggu masa perlakuan. Berdasarkan kurva standar diosmin, konsentrasi diosmin tertinggi dimiliki oleh kombinasi perlakuan taraf konsentrasi NaCl 4000 ppm dan 5 minggu masa perlakuan. Kadar diosmin pada ekstrak tersebut adalah sebesar 423.38 ppm atau 2.12.10 % (w/w).
Collections
- UT - Biochemistry [1470]
