Studi In Vitro : Optimasi Proteksi Protein Kedelai (Glycine Max L.) dengan Suhu dan Lama Waktu Pemanasan Berbeda
Date
2024Author
DESTRISATANIA, ROSITA AYU
Permana, Idat Galih
Amirroenas, Dwierra Evvyernie
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu dan waktu optimum proteksi
protein kedelai menggunakan cara sangrai yang diamati dari peubah fermentabilitas
dan kecernaan di dalam rumen in vitro. Rancangan acak kelompok digunakan
dengan lima perlakuan: kedelai tidak disangrai (R1), kedelai disangrai pada suhu
180°C selama 30 menit (R2), kedelai disangrai pada suhu 180°C selama 40 menit
(R3), kedelai disangrai pada suhu 200°C selama 30 menit (R4), dan kedelai
dipanggang pada suhu 200°C selama 40 menit (R5), dan empat kelompok
berdasarkan pengambilan sampel rumen. Data dianalisis menggunakan analisis
varian (ANOVA) dan dilanjutkan uji Duncan. Pemanasan dengan cara sangrai
mampu memproteksi protein kedelai yang terdeteksi dari penurunan yang sangat
nyata (P<0.01) dari konsentrasi NH3, kecernaan bahan kering dan bahan organik
(KcBK dan KcBO) dan terjadi peningkatan produksi VFA, populasi protozoa dan
bakteri rumen dengan sangat nyata (P<0.01). Simpulan dari penelitian ini adalah
proteksi protein terbaik pada kedelai dilakukan dengan cara menyangrai kedelai
pada suhu 200°C selama 30 menit dengan indikasi penurunan NH3 dan peningkatan
VFA total tanpa berakibat pada penurunan KcBK dan KcBO.
