Kajian Penambahan Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap kualitas karkas dan Non Karkas Dalam Ransum Ayam Broiler
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk Mengkaji Penambahan Ekstrak Temulawak (ET) (Curcuma xanthorrhiza) Terhadap Kualitas Karkas dan Non Karkas Dalam Ransum Ayam Broiler. Percobaan ini menggunakan 420 ekor ayam dengan menggunakan desain rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 7 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 : Ransum kontrol (RK), P1 : RK + 20 mg virginiamisin kg-1 pakan, P2: RK + 20 mg ET kg-1 pakan, P3: RK + 40 mg ET kg- 1 pakan, P4: RK + 80 mg ET kg-1pakan, P5: RK + 160 mg ET kg-1 pakan, P6: RK+320 mg ET kg-1 pakan. Peubah yang diukur meliputi bobot karkas, potongan karkas (paha, dada, sayap, punggung) dan potongan non-karkas (kaki, kepala dan leher). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak temulawak sampai dosis tertinggi P6 yaitu 320 mg ET kg-1 pakan dalam ransum tidak berpengaruh nyata terhadap karkas dan non-karkas ayam broiler.
Keyword: broiler, Curcuma xanthorriza, karkas, non-karkas. This research aimed to examine the addition of Curcuma xanthorrhiza extract
(ET) in the diet on carcass and non-carcass components on broiler chicken diets.
The experiment involved 420 chickens using a completely randomized design
(CRD) with 7 treatments and 6 replications. The treatments included: P0: Control
diet, P1: RK + 20 mg virginiamycin kg-1 feed, P2: RK + 20 mg ET kg-1 feed, P3:
RK + 40 mg ET kg-1 feed, P4: RK + 80 mg ET kg-1 feed, P5: RK + 160 mg ET kg1 feed, P6: RK + 320 mg ET kg-1 feed. Variables measured included carcass weight,
carcass parts (thigh, breast, wing, back), and non-carcass parts (legs, head, neck).
The results showed that the addition of Curcuma xanthorrhiza extract up to the
highest dose of P6 (320 mg ET kg-1 feed) in the diet did not significantly affect the
carcass and non-carcass components of broiler chickens
