Optimasi Ekstraksi Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) dengan Simplex-Centroid Design berdasarkan Total Fenolik dan Aktivitas Antioksidan
Date
2024Author
Kurnia, Mayang Anggita Cahya
Nurcholis, Waras
Ambarsari, Laksmi
Metadata
Show full item recordAbstract
Tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus), khususnya bagian daun, mengandung senyawa fenolik dengan aktivitas antioksidan. Pemilihan pelarut merupakan salah satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam proses ekstraksi. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan formulasi pelarut ekstraksi terbaik dari pelarut etil asetat, aseton, metanol, dan etanol, serta kombinasinya untuk mengekstraksi daun kumis kucing berdasarkan kadar total fenolik dan aktivitas antioksidan Ferric Reducing Antioxidant Power (FRAP) dan 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH) dengan menggunakan metode simplex-centroid design. Sampel diekstraksi dengan metode Continuous Shaking Extraction (CSE). Hasil penelitian menunjukkan kadar total fenolik dan aktivitas antioksidan FRAP
tertinggi diperoleh dari pelarut aseton (100%). Aktivitas antioksidan DPPH tertinggi dihasilkan dari campuran terner antara etil asetat: aseton: metanol (33%:33%: 33%). Resultan ketiga respon tersebut menunjukkan bahwa aseton merupakan pelarut terbaik untuk ekstraksi senyawa fenolik yang berkhasiat sebagai antioksidan dengan metode pengujian FRAP dan DPPH dengan nilai desirability 0.688. Metode diverifikasi berdasarkan rentang nilai 95% Confidence Interval (CI) yang diperoleh. The cat
Collections
- UT - Biochemistry [1466]
