Klasifikasi Umur Panen Kelapa Sawit Berdasarkan Sifat Listrik Menggunakan Principal Component Analysis dan Mahalanobis Distance
Abstract
Kandungan minyak buah kelapa sawit berkaitan dengan kematangan buah. Biasanya kandungan minyak dan kematangan sawit diduga dari warna dan jumlah buah lepas tandan dengan hasil yang variatif karena bersifat subjektif. Penelitian ini bertujuan menentukan karakteristik sifat listrik buah kelapa sawit pada berbagai umur panen dan mengklasifikasikan umur panen kelapa sawit berdasarkan sifat listriknya. Sampel yang digunakan sebanyak 60 buah kelapa sawit dengan 10 umur panen. Nilai impedansi listrik diukur pada frekuensi 50 Hz – 5 MHz. Sifat kimia diukur secara destruktif. Spektrum impedansi dibagi 2 kelompok yaitu seluruh spektrum impedansi (50 Hz – 5 MHz) dan spektrum impedansi (50 – 100 Hz). Kemudian dilakukan pretreatment spektrum dan diklasifikasi menggunakan principal component analysis dan mahalanobis distance (MD). Hasil klasifikasi 10 umur panen berdasarkan impedansi listrik pada frekuensi 50 Hz – 5 MHz cukup baik dengan total varian kumulatif sebesar 80,00% menggunakan PC1 dan PC2, sedangkan dengan 3 kelompok umur panen menghasilkan total varian kumulatif sebesar 88,00%. Klasifikasi 3 kelompok umur panen menggunakan MD menghasilkan akurasi pengelompokkan sebesar 93,30%. Sedangkan klasifikasi 10 umur panen berdasarkan impedansi listrik pada frekuensi 50 – 100 Hz menunjukkan hasil lebih baik, dengan total varian kumulatif PC1 dan PC2 sebesar 97,00%. Klasifikasi menggunakan mahalanobis distance menghasilkan akurasi tinggi mencapai 100,00%.
