View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Nutrition Science and Feed Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Nutrition Science and Feed Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh tingkat energi metabolis ransum terhadap penampilan produksi ayam petelur dan kualitas telur strain lohmann pada fase produksi kedua

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (8.712Mb)
      Date
      1994
      Author
      Lisdiati
      Amrullah, Ibnu Katsir
      Sumiati
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Efisiensi penggunaan ransum tergantung kepada kandungan energi metabolis dalam ransum. Ayam petelur fase produksi kedua tidak tumbuh lagi. Penelitian ini untuk memperoleh keterangan yang tepat berapa intake dan tingkat energi meta- bolis optimum ayam petelur fase produksi kedua sehingga dapat dicapai penampilan dan kualitas telur yang baik. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor selama 9 minggu, dimulai tanggal 21 Mei 1993 sam- pai 23 Juli 1993. Bahan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah 48 ekor ayam petelur Strain Lohmann umur 50 sampai 58 minggu, emepat macam ransum dengan tingkat energi metabolis yang berbeda yaitu 2800 (R1), 2850 (R2), 2900 (R3) dan 2950 (R4) kkal/kg dan menggunakan 48 buah kandang individu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas empat macam perlakuan (R1, R2, R3 dan R4) dengan dua faktor berdasarkan kelompok bobot badan (K1 kg dan K₂ >1,3 sampai 1,6 kg). >1,6 Faktor yang diamati adalah produksi telur hen day; konsumsi ransum, energi metabolis dan protein; berat dan komposisi telur; konversi ransum; haugh unit; dan tebal kerabang. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tingkat energi metabolis ransum dari 2800 sampai 2950 kkal mempunyai pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap produksi telur, dimana pada ayam-ayam yang diberi ransum dengan energi metabolis 2800 dan 2900 kkal/kg nyata lebih tinggi dibandingkan ayam- ayam yang diberi ransum berenergi metabolis 2850 kkal/kg, dengan rataan produksi telur hen day: 81,75ª (R1), ab 72,36 (R2), 81,51 (R3) dan 75,40D (R4). Sedangkan peubah lain yang diukur tidak dipengaruhi oleh kepadatan energi ransum dari selang 2800 sampai 2950 kkal/kg dengan protein 14,5% pada ayam petelur umur 50 sampai 58 minggu. Rataan masing-masing peubah tersebut adalah sebagai berikut: rataan konsumsi ransum adalah 122,86 (R₁), 117,52 (R2), 120,85 (R3) dan 114,80 (R4) g/ekor/hari; rataan konsumsi energi
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/152559
      Collections
      • UT - Nutrition Science and Feed Technology [2933]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository