Pengaruh pemberian ransum dengan beberapa taraf tepung daun jayanti (Sesbania sesban (L.) Merr.) terhadap performans kelinci
View/ Open
Date
1994Author
Soekamtosari, Widiati Sri
Suwoko, Sriharini Imam
Sofyan, Lily Amalia
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian dilakukan di Laboratorium Aneka Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, yang dimulai pada. tanggal 26 November 1991 hingga 21 Januari 1992.
Daun jayanti merupakan salah satu sumber hijauan makanan ternak yang kaya akan protein. Karena daun jayanti diduga mengandung zat anti nutrisi, maka telah dilaksanakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun jayanti terhadap performans kelinci.
Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci jantan persilangan California dengan New Zealand White, berumur kurang lebih 10 minggu pada periode pertumbuhan dan mempunyai rataan bobot badan awal dari 1429,75 sampai 2111,00 gram. Ransum yang digunakan berbentuk pellet, terdiri dari empat macam dengan tingkat kandungan tepung daun jayanti yang berbeda, yaitu R-0 adalah ransum Kontrol (0% Bahan Kering (BK) tepung daun jayanti, 100 % BK Ransum basal); R-1 (10% BK tepung daun jayanti, 90% BK Ransum basal); R-2 (20 % BK tepung daun jayanti, 80% BK Ransum basal); dan R-3 adalah 30 % BK tepung daun jayanti dan 70% BK Ransum basal. Ransum basal tersusun dari 62,7% konsentrat KPS-B Bogor dan 37.3 %
rumput lapang. Rancangan yang digunakan dalam Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dengan enam kelompok sebagai ulangan. meliputi konsumsi, pertambahan bobot penelitian ini adalah dari empat perlakuan Parameter yang diukur badan, dan konversi ransum. Pengaruh perlakuan diketahui dari analisa sidik ragam. Uji jarak Duncan dipakai untuk mengetahui perbedaan perlakuan, dan hubungannya terhadap parameter tersebut digunakan Uji Polinomial Orthogonal.
Dari hasil penelitian didapat keterangan bahwa penambahan kandungan tepung daun jayanti dalam ransum memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap konsumsi BK ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum (P < 0,01). Berdasarkan penelitian ini pemberian tepung daun jayanti sampai taraf 10 persen masih dapat ditolerir tanpa menimbulkan efek yang merugikan bagi ternak.
