Pengaruh suhu dan waktu perebusan kulit ikan cucut lanyam (Carcharhinus limbatus) pada pembuatan gelatin terhadap karakteristik gelatin
Abstract
Gelatin dari kulit ikan cucut lanyam merupakan salah satu hasil diversifikasi produk perikanan. Produk ini berpotensi untuk pengembangan komoditi perikanan, mengingat produksi ikan cucut di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat, sedangkan pemanfaatannya belum optimal. Dengan analisa eknomi yang relatif murah dan sederhana produk ini bisa menjadi alternatif bagi industri pengguna yang selama ini tergantung pada gelatin dari kulit sapi, tulang sapi, dan kulit babi. Selain proses yang sederhana, gelatin yang dihasilkan juga memiliki sifat-sifat yang sesuai dengan Standar Industri Indonesia (SII 0181-78).
Penelitian ini menggunakan dua jenis perlakuan dalam proses pembuatan gelatin, adalah: suhu perebusan (A) yang terdiri dari dua taraf yaitu perebusan pada suhu 80°C (A1) dan perebusan pada suhu 90°C (A2); waktu perebusan (B) yang terdiri dari dua taraf yaitu 50 menit (B1) dan 60 menit (B2). Pengamatan yang dilakukan terdiri dari pengamatan terhadap pengaruh kedua perlakuan yang digunakan pada rendemen, kadar air, kadar abu, total nitrogen, susut pengeringan, viskositas (dalam tiga suhu aplikasi: 50- 60-70°C), dan pH.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap faktorial 2x2 dengan tiga kali ulangan. Hasil yang diperoleh dari analisa ragam apabila berbeda ...
Collections
- UT - Aquaculture [2191]
