Pengaruh kemiringan lereng dan intensitas hujan terhadap jumlah permukaan dan kehilangan tanah pada tanah podzolik jonggol dan latosol citayam
View/ Open
Date
1982Author
Ahmad Nasulian Arifin M.
Dhalhar, Mohammad Azron
Metadata
Show full item recordAbstract
Erosi tanah merupakan proses pemecahan dan pengangkutan bahan-bahan tanah oleh unsur-unsur penyebab erosi. Daerah tropik basah penyebab utama erosi adalah curah hujan.
Tanah yang rusak dan menjadi kritis diakibatkan oleh ter- jadinya erosi yang berlebihan, dimana lapisan olah tanah yang merupakan tempat tumbuhnya tanaman, sumber hara dan air akan terkikis oleh penyebab erosi.
Penelitian ini bertujuan mempelajari sampai sejauh mana tingkat erosivitas hujan, erodibilitas tanah serta pengaruh kemiringan lereng terhadap jumlah aliran permukaan dan kehilangan tanah, yang manfaatnya dapat diterapkan untuk perencanaan dan teknik pengendalian erosi dalam rangka pengawetan tanah dan air, sehingga dapat memberikan hasil yang baik.
Dalam penelitian ini digunakan alat "Rainfall Simulator" sebagai penghasil hujan buatan, sehingga dapat diketahui jumlah aliran permukaan dan kehilangan tanah. Perlakuan yang diberikan adalah intensitas hujan dalam 4 taraf yaitu 1.7, 3.3, 4.9 dan 6.5 cm/jam. Kemiringan lereng pada 3 taraf yaitu 4, 9 dan 14 persen serta dilakukan terhadap 2 jenis tanah yaitu tanah podzolik Jonggol dan latosol Citayam. ...
