Pengaruh Penambahan Air Susu Pada Ransum Berkadar Dedak Halus Tinggi Terhadap Bobot Hidup Persentase karkas, Hati Dan Rampela Ayam Broiler
Abstract
Penelitian ini dilaksanakan selama enam minggu, mulai tanggal 14 April sampai 26 Mei 1988, di kandang unggas Ju- rusan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.
Dua ratus lima puluh anak ayam (DOC) pedaging "un- sexed" strain Arbor Acres (DF 007) yang digunakan ditempat- Skan kedalam 25 kandang dengan 10 ekor tiap kandang.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan air susu pada ransum berkadar dedak halus tinggi terhadap bobot hidup, persentase karkas, hati dan rempela ayam broiler.
Penelian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial (RxS) dengan dua ulangan. Faktor R adalah taraf penggunaan dedak halus dalam ransum (60, 70 dan 80%), dan faktor S adalah tingkat penambahan air susu (0. 1, 1:8, 16 dan 14). Data yang diperoleh diolah dengan ana- lisis statistik dan Least Significant Difference Test.
Analisis statistik menunjukkan bahwa peningkatan ta- raf penggunaan dedak padi dalam ransum berpengaruh sangat nyata (PZ 0.01) dalam menurunkan bobot hidup, berpengaruh nyata (p0.05) terhadap peningkatan persentase rempela dan tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan persenta- se karkas dan hati. Tingkat penambahan air susu dan in- teraksinya dengan taraf dedak padi dalam ransum tidak ber- pengaruh nyata terhadap bobot hidup, persentase karkas, ha- ti dan rempela ayam broiler. Hal ini menunjukkan pening- katan kadar serat kasar dalam ransum menyebabkan rempela bekerja lebih berat dan peningkatan kandungan zat-zat ma- kanan dalam ransum akibat pe penambahan air susu belum dapat meningkatkan kualitas ransum.
Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa rataan bo- bot hidup, persentase karkas, rempela dan hati tertinggi adalah masing-masing 1 133.85 gram (R₁) atau 77.76% dari kontrol, 63.65% (R) atau 95.00% dari kontrol, 3.496% (R) dan 2.590% (R10): Rataan terendah berturut-turut adalah 911.25 gram (R6) atau 62.50% dari kontrol, 59.05% (R3) atau 88.13% dari kontrol, 2.668 % (R1) dan 2.131% (R4).
