View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Nutrition Science and Feed Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Nutrition Science and Feed Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Uji banding bungkil biji kapuk terhadap dedak, bungkil kelapa dan bungkil kedelai sebagai sumber protein ternak ruminansia

      Thumbnail
      View/Open
      full text (8.537Mb)
      Date
      1981
      Author
      Ariani, Endang
      Sutardi, Toha
      Sigit, Nur Aeni
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Bungkil biji kapuk (Ceiba petandra, GAERTN) merupakan bahan ikutan pertanian yang berprotein tinggi. Di Indonesia produksi serat kapuk sudah mengambil bagian dalam pasaran dunia sejak perang Dunia II. Pemanfaatannya sebagai bahan makanan ternak didalam waktu mendatang diharapkan bisa mem- berikan sumbangan lebih banyak dalam mengatasi persaingan pangan antara manusia dan ternak. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan pe- manfaatan bungkil biji kapuk sebagai bahan makanan ternak ruminansia. Kemampuan bungkil biji kapuk sebagai bahan makanan, kombinasinya dengan rumput gajah serta kemampuannya sebagai sumber protein ransum ruminansia dipelajari secara in vitro. Parameter yang diukur adalah Koefisien Cerna Bahan Kering dan Koefisien Cerna Bahan Organik, produksi total VFA (asam lemak atsiri), produksi N-Amonia serta produksi protein total. Pola penelitian yang digunakan adalah rancangan kelompok dengan cairan rumen sebagai ulangan. Pada percobaan secara in vivo dipelajari pola selera makan ternak domba terhadap bungkil biji kapuk, dibanding- kan dengan dedak, bungkil kelapa serta bungkil kedelai. Dua puluh empat ekor domba Priangan, terdiri atas 13 ekor jantan dan 11 ekor betina, bobot hidup berkisar antara 9-13 kg digunakan sebagai materi percobaan. Setiap hari di gunakan 6 ekor domba dengan kandang individual berukuran 2 x 2.5 m Bungkil biji kapuk, dedak, bungkil kelapa dan bungkil kedelai diberikan masing-masing 0.25 kg denga sistim kafetaria. Konsumsi bahan kering selama 3 jam me- rupakan parameter yang diukur. Sebagai makanan ternak ruminansia, bungkil biji kapuk merupakan bahan yang tidak tahan terhadap degradasi didalam rumen, kemampuannya dalam memproduksi VFA tidak berbeda nyata dengan dedak, bungkil kelapa dan bungkil kedelai. Koefisien Cerna Bahan Kering dan Bahan Organik menunjukkan nilai yang terendah diantara bahan yang diuji, sedangkan sumbangannya untuk menyediakan protein total untuk pen- cernaan hidrolitis setelah rumen menunjukkan angka yang terrendah....
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/147704
      Collections
      • UT - Nutrition Science and Feed Technology [2933]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository