Pengaruh Subtitusi Ransum Komersial Dengan Dedak Halus Terhadap Penampilan Ayam Kampung
View/ Open
Date
1985Author
Sidek, Dayang Salmah
Amrullah, Ibnu Katsir
Ahmad, Baihaqi H.
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilakukan di kandang Peternakan Rakyat, Baranangsiang Bogor, mulai tanggal 13 September 28 Oktober 1984, selama 6 minggu.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai tingkat dedak halus dalam ransum komer- sial terhadap penampilan ayam kampung selama periode per-
tumbuhan.
Percobaan yang dilakukan dalam penelitian ini merupa- kan Rancangan Percobaan Acak Berblok dengan dua ulangan. Setiap ulangan terdiri atas 6 ekor ayam. Ayam kampung yang digunakan berjumlah 48 ekor anak ayam yang berumur 1 minggu dengan bobot badan rata-rata 60.96 ± 22.11 gram, dengan daya tetas sebesar 42%.
Ransum yang digunakan dalam percobaan terdiri atas 4 perlakuan. Ransum terdiri dari ransum komersial dan kombin- asi antara ransum komersial dengan dedak halus pada berbagai taraf penggunaan. Keempat ransum tersebut terdiri dari 100% ransum komersial, kombinasi dari 90% ransum komersial dan 10% dedak halus, 80% ransum komersial dan 20% dedak halus dan 70% ransum komersial dan 30% dedak halus.
Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa konsumsi ransum dari keempat perlakuan adalah sama. Begitu pula ter- hadap pertambahan bobot badan dan konversi ransum secara statistik tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Ayam kampung dengan penampilan yang ada membutuhkan masukan ener- gi dan protein sedikit. Potensi genetik yang rendah membuat ayam kampungtidak mengkonsumsi ransum melebihi kebutuhan.
Pertumbuhan ayam kampung lebih lambat dari ayam ras. Pada penelitian iniayam kampung pada umur 6 minggu mempunyai bobot badan rata-rata 526.69 gram, 2.5 kali lebih lambat dari ayam broiler. Jika dihitung dari banyaknya protein yang diubah menjadi daging, ayam broiler pada waktu yang sama dapat merubah protein menjadi 1810 gram daging sedang dalam penelitian ini protein sebesar 28.73 gram diubah men- jadi. 526.69 ram daging. Ternyata dalam penggunaan protein ransum ayam kampung lebih efesien daripada ayam broiler. Fal ini diakibatkan retensi atau daya cerna protein mening- kat karena pembawaan histologi alat pencernaannya.
Nilai konversi ransum ayam kampung mulai minggu ke tiga lebih besar daripada minggu-minggu yang lain.
