Produksi karkas dan penimbunan lemak abdominal ayam broiler hasil pemberian ransum komersial finisher, bungkil kedele, gaplek dan dedak halus secara terpisah
View/ Open
Date
1989Author
Rahayuningtyas, Lestari
Ahmad, Baihaqi H.
Herman, Rachmat
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilaksanakan di Kandang Percobaan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Unggas, Jurusan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bo- gor, deri tanggal 9 Maret sampai dengen 20 April 1988. Tu- juannya untuk mempelajari pengaruh pemberian ransum komer- sial finisher, bungkil kedele, gaplek dan dedak halus seca- ra terpisah terhadap bobot tubuh akhir, produksi karkas dan penimbunan lemak abdominal ayam broiler umur enam minggu.
Duaratus ekor anak ayam umur sehari dari galur "Arbor Acres CP 707" yang digunakan dalam penelitian ini dipeliha- ra tanpa pembedaan jenis kelamin dalam boks kawat berukuran 1m x 1m x 0.43 m yang masing-masing berisi 10 ekor. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah Rancangan A-
cak Lengkap (RAL) dengan empat macam ransum perlakuan: R1 (ransum komersial), R2 (ransum komersial finisher, bungkil kedele, gaplek), R3 (ransum komersial finisher, bungkil ke- dele, dedak halus), R4 (ransum komersial finisher, bungkil kedele, gaplek, dedak halus) dengan masing-masing lima u- langan. Bobot tubuh akhir dianalisa dengan menggunakan si- dik ragam (Anova) dan uji jarak Duncan untuk membandingkan pengaruh antar perlakuan, sedangkan bobot dan persentase karkas dan lemak abdominal dianalisa dengan menggunakan si- dik peragam (Ancova).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh macam ba- han penyusun ransum sangat nyata (P/0.01) pada bobot tubuh akhir, bobot dan persentase lemak abdominal, tetapi tidak nyata pada bobot karkas dan nyata (P/0.05) pada persentase karkas ayam broiler umur enam minggu. Rataan bobot tubuh akhir, bobot dan persentase karkas tertinggi dicapai oleh ayam-ayam yeng mendapat ransum kontrol (R1), sedangkan R4 menunjukkan hasil terendah. Rataan bobot dan persentase le mak abdominal berturut-turut dari yang terendah yaitu R3, R1, R2, R4.
Secara keseluruhan penggunaan ransum komersial finish- er, bungkil kedele, gaplek dan atau dedak halus belum mampu memberikan keuntungan yang berarti bagi peternak dibanding- kan dengan ransum kontrol. Tetapi pada kondisi atau daerah...
