Hubungan antara kandungan asam fitat dalam bahan makanan nabati dengan ketersediaan biologis mineral Ca, P, Mg, dan Zn pada unggas
View/ Open
Date
1991Author
Hermana, Widya
Amrullah, Ibnu Katsir
Sumiati
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Nutrisi Ternak Unggas, Jurusan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Laboratorium Agronomi, Balai Fenelitian Tanaman Pangan, Cimanggu serta Laboratorium Kimia, Pusat Pengembangan Teknologi Pertanian, Kampus IPB Darmaga, dari bul an Juli sampai Oktober 1990.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kandungan asam fitat dengan ketersediaan mineral Ca, P, Mg dan Zn secara biologis pada unggas.
Sepuluh macam bahan makanan nabati (jagung, sorgum, padi, ampas kecap, bungkil kedelai, bungkil kacang dedak tanah, bungkil kelapa, bungkil inti sawit, tepung daun singkong dan tepung daun lamtoro) dianalisis kandungan asam fitatnya dengan metode Davies dan Reid (1979). Ketersediaan biologis mineral Ca, P, Mg dan Zn dari sepuluh bahan tersebut diuji menggunakan metode Nwokolo et al. (1976) yang dimodifikasi pada ayam jantan tipe petelur
strain Babcock
delapan minggu sebagai
percobaan. Hubungan antara kandungan asam fitat
ketersediaan biologis tiap mineral dilihat
hewan
dengan
dengan
menghitung koefisien korelasi antara kedua peubah
tersebut.
Kandungan asam fitat (% bahan kering) dari kesepul uh bahan makanan nabati tersebut adalah 0.74% (jagung), 0.30% (sorgum), 0.53% (dedak padi), 0.38% (ampas kecap), 0.33% (bungkil kedelai), 0.36% (bungkil kacang tanah), 0.27% (bungkil kelapa), 0.52% (bungkil inti sawit), 0.51% (tepung daun singkong) dan 0.44% (tepung daun lamtoro).
Ketersediaan biologis mineral Ca, P, Mg dan Zn dari tiap-tiap bahan makanan adalah 57.6%, 56.5%, 50.0% dan 56.9% pada jagung; 62.5%, 55.6%, 31.8% dan 69.2% pada sorgum; 76.5%, 61.2%, 50.7% dan 47.7% pada dedak padi;...
