View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Nutrition Science and Feed Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Nutrition Science and Feed Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Evaluasi kualitas nutrisi kulit buah kakao (Theobroma cacao L.) yang dikeringkan pada tingkat pemanasan berbeda

      Thumbnail
      View/Open
      full text (7.738Mb)
      Date
      1992
      Author
      Haerani, Yani
      Suryahadi
      Evvyernie, Dwierra
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kulit buah kakao (cocoa pod) adalah kulit bagian terluar yang menyelubungi biji kakao, dengan tekstur kasar, tebal dan agak keras. Kulit buah kakao ini merupa- kan salah satu limbah Industri Perkebunan dengan kadar air yang tinggi, yaitu sekitar 80 85 persen. Mengingat kadar air yang cukup tinggi penanganan kulit buah kakao perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya penurunan nilai nutrisinya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengamati tingkat suhu yang tepat untuk pengeringan kulit buah kakao agar tidak merusak kualitas nutrisinya. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ruminologi Jurusan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peter- nakan, Institut Pertanian Bogor, mulai bulan Juni sampai dengan Agustus 1991. Kulit buah kakao yang digunakan pada penelitian ini mendapat perlakuan sebagai berikut: kulit buah kakao yang dikeringkan dengan sinar matahari (R₁), dan kulit buah kakao yang dikeringkan dengan oven pada berbagai level suhu yang berbeda yaitu 45°C, 60°C, 75°C dan 90°C masing- masing untuk R2, R3, R4 dan R5. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dimana cara pengeringan kulit buah kakao berfungsi sebagai perlakuan dan cairan rumen sebagai kelompok. Peubah yang diukur dalam analisis in vitro adalah produksi amonia (NH3), asam lemak atsiri (VFA), koefisien cerna bahan kering (KCBK) dan koefisien cerna bahan organik (KCВО). Berdasarkan hasil analisis in vitro diperoleh rataan produksi NH3 5.365; 5.665; 6.285; 6.186 dan 5.943 mM, masing-masing untuk R1, R2 R3 R4 dan R5. Hasil uji statistik menunjukan bahwa perlakuan R1 sangat nyata (P < 0.01) menghasilkan NH3 lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Rataan produksi VFA untuk masing-masing perlakuan adalah: 145.5; 117.0; 133.0; 113.5 dan 105.0 mM. Menurut hasil uji statistik, menunjukan bahwa perlakuan R₁ sangat nyata (P < 0.01) menghasilkan...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/146436
      Collections
      • UT - Nutrition Science and Feed Technology [2933]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository