View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh varietas dan bakterisida agrept 25 WP terhadap patogenesitas penyebab penyakit layu bakteri (Pseudomonas solanacearum E.F. Smith) pada tanaman pisang (Musa spp.)

      Thumbnail
      View/Open
      full text (1.627Mb)
      Date
      1991
      Author
      Saptono
      Satari, Uha Suhardja
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bakteri Patogen Tumbuhan dan Rumah Kaca Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Penelitian bertujuan mengetahui waktu inkubasi dan tingkat kerentanan tiga varietas pisang terhadap penyebab penyakit layu bakteri (P. solanacearum) asal Cisarua-Bogor dan pengaruh bakterisida Agrept 25 WP terhadap perkembangan penyakit tersebut pada tiga varietas pisang yang diuji. Varietas pisang terdiri atas varietas Ambon, varietas Nangka dan varietas Siem, sedang konsentrasi bakterisida yang g/1. digunakan adalah 0.0 g/1, 0.5 g/1, 1.0 g/l dan 2.0 Semua tanaman diinokulasi dengan bakteri pada bagian batang palsunya dengan menggunakan jarum suntik. Penyemprotan bakterisida dilakukan sebanyak 9 kali dengan selang waktu satu minggu dimulai 14 hsi (hari setelah inokulasi). Waktu inkubasi P. solanacearum rata-rata pada ketiga varietas pisang adalah 18.67 hsi. Waktu inkubasi P. solanacearum paling cepat terjadi pada varietas Nangka (13.92 hsi), diikuti varietas Ambon (18.08 hsi) dan varietas Siem (24.00 hsi). Tingkat kerentanan varietas menunjukkan bahwa varietas Siem merupakan varietas yang paling rentan terhadap serangan P. solanacearum, diikuti oleh varietas Nangka dan Ambon. menghambat perkembangan P. Bakterisida Agrept 25 WP mampu solanacearum dengan nyata hanya pada konsentrasi 2.0 g/1. Penghambatan tersebut mulai terlihat pada pengamatan 61 hsi. Interaksi varietas pisang dan bakterisida Agrept 25 WP tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap intensitas serangan P. solanacearum, tetapi pada varietas Ambon dan Siem terdapat kecenderungan intensitas serangan P. solanacearum menurun dengan pemberian konsentrasi bakterisida 1.0 atau 2.0 g/1.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/146112
      Collections
      • UT - Plant Protection [2517]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository