Pengaruh Penambahan Seng Dan Bentuk Kalsium Yang Berbeda Pada Ransum Pedet Fries Holland Yang Mengandung Dedak Padi Tinggi Terhadap Konsumsi Bahan Kering, Air Dan Efisiensi Penggunaan Ransum
View/ Open
Date
1988Author
Winarti
Satoto, Kukuh Budi
Parakkasi, Aminuddin
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, mulai tanggal 28 Maret sampai dengan 29 Juli 1987. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pe- nambahan seng dan penggunaan bentuk kalsium yang berbeda pada ransum yang mengandung dedak padi tinggi terhadap konsumsi bahan kering, konsumsi air, pertambahan bobot badan dan efisiensi penggunaan ransum.
Ternak penelitian yang digunakan adalah pedet Fries Holland sebanyak 8 ekor yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4 ekor jantan dan 4 ekor betina dengan rataan bobot badan awal jantan 120.4 + 24.2 kg dan betina 133.1 + 7.2 kg. Pada setiap kelompok diberi perlakuan sesuai dengan rancangan percobaan yang digunakan. Bahan makanan yang digunakan terdiri dari hijauan dan penguat. Hijauan yang diberikan berupa rumput lapang, sedangkan penguatnya terdiri dari dedak padi, tepung ikan, urea, CaCO3, garam, belerang, zinc oxide dan cattle mix.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2 x 2 dengan dua faktor sebagai perlakuan yaitu penambahan seng (0 dan 330 ppm) dan bentuk kalsium (CaCO, kasar, K dan CaCO, halus, H). Untuk menguji perbedaan nilai rataan digunakan uji jarak Duncan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Zn tidak mempengaruhi konsumsi bahan kering, konsumsi air dan pertambahan bobot badan, tetapi nyata mempengaruhi efisiensi penggunaan ransum (P/ 0.05). Efisiensi penggunaan ransum meningkat dengan penambahan Zn 330 ppm. Untuk setiap peningkatan 1 kg bobot badan dibutuhkan konsumsi bahan kering 6.1 kg pada perlakuan Zn 0 ppm dan 4.7 kg pada perlakuan Zn 330 ppm.
Perlakuan bentuk Ca tidak mempengaruhi konsumsi bahan kering, pertambahan bobot badan dan efisiensi penggunaan ransum, tetapi nyata mempengaruhi konsumsi air (P/ 0.05). Ternak yang mendapat ransum dengan CaCO, kasar (K) mengkonsumsi air lebih tinggi dibandingkan dengan ternak yang mendapat ransum dengan CaCO, halus (H), masing-masing yaitu 24.3 dan 21.9 liter/ekor/hari (544 dan 466 ml/kg BBM*/hari atau 5.2 dan 4.5 liter/kg KBK**/hari).
Sedangkan interaksi Zn dengan bentuk Ca tidak mempengaruhi konsumsi bahan kering, konsumsi air, pertambahan bobot badan dan efisiensi penggunaan ransum…
