View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agricultural and Biosystem Engineering
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agricultural and Biosystem Engineering
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Selang Pemberian Air Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Di Daerah Irigasi Cihea, kabupaten Cianjur, jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (19.42Mb)
      Date
      1987
      Author
      Tobing, Jansen Pardamean
      Partowijoto, Achmadi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Usaha pemerintah dalam rangka meningkatkan produksi pertanian, setelah berhasil dalam swasembada beras, kini di titik beratkan pada produksi tanaman palawija, antara lain kedelai. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam usaha meningkatkan produksi kedelai adalah mengatur waktu dan jumlah pemberian air yang tepat pada waktu tanaman membutuhkan. Kebutuhan air tanaman kedelai berbeda sesuai dengan iklim, jenis dan umur tanaman serta jenis tanah. Pemakaian air konsumtif (evapotranspirasi) pada tiap periode pemberian air diperhitungkan sebagai selisih antara ketersediaan air dalam tanah pada awal dan akhir setiap peiode pemberian air. Sedangkan total pemakaian air konsumtif merupakan penjumlahan pemakaian air setiap periode pemberian air. Pemakaian air tanaman kedelai berkisar antara 178.6 mm- 207.3 mm selama masa pertumbuhannya atau setara dengan rata- rata harian 2.2 mm/hari-2.6 mm/hari. Untuk periode pertumbuhan awal, vegetatif aktif, reproduktif dan pemasakan, pemakaian air masing masing berkisar antara 1.8-2.5 mm/hari, 1.9-2.6 mm/hari, 2.5-2.7 mm/hari dan 2.2 2.8 mm/hari. Pengaruh perlakuan selang pemberian air terhadap jumlah biji per batang, berat biji kering hasil ubinan, jumlah polong isi per batang, dan berat 100 biji kering (kadar air 14%), menunjukkan perbedaan yang nyata atau sangat nyata pada taraf nyata 5% dan 1%. Sedangkan untuk komponen jumlah polong hampa per batang tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada taraf nyata 5%. Dari pengamatan terhadap hasil dan komponen hasil terlihat bahwa perlakuan selang pemberian air 10 harian menunjukkan hasil yang paling maksimum…
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142282
      Collections
      • UT - Agricultural and Biosystem Engineering [3593]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository