Analisis pemilihan, kebutuhan, dan penempatan alat perontok padi di Wilayah Kerja Balai Penyuluh Pertanian di Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur
Abstract
Pembijian atau perontokan padi merupakan salah satu rantai kegiatan pasca panen karena 1) padi umumnya dipasarkan, dikonsumsi atau diolah dalam bentuk biji dan 2) Padi dalam bentuk gabah lebih mudah diangkut dan disimpan dalam ruangan yang kecil. Pada saat perontokan secara manual jumlah susut yang terjadi mencapai 7 persen, sehingga dibutuhkan penanganan untuk mengurangi tingkat susut tersebut.
Tujuan penelitian ini ialah untuk menentukan jenis perontok padi yang layak dimiliki oleh kelompok tani di tingkat Wilayah Kerja Balai Penyuluh Pertanian (WKBPP), menentukan jumlah jenis alat perontok padi dalam satu WKBPP, dan menentukan alokasi penempatan jenis alat perontok padi pada tingkat WKBPP.
Pemilihan alat perontok padi yang akan ditempatkan pada WKBPP ditentukan dengan menggunakan Metoda Pengambilan Keputusan Bayes. Parameter atau kriteria yang digunakan dalam pemilihan alat adalah kapasitas perontokan padi per tahun, efisiensi perontokan, investasi awal, NPV (Net Present Value), BC Ratio, dan IRR. Penentuan jumlah alat yang ditempatkan di Kabupaten Jombang didasarkan atas jumlah ..dst
