Studi perbandingan cara penanganan udang windu (Penaeus monodon, Fab.) untuk konsumsi
View/ Open
Date
1989Author
Sufianti, Fia
Assik, Abu Naim
Setyaningsih, Iriani
Metadata
Show full item recordAbstract
Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemasaran udang untuk konsumsi manusia, lokal maupun luar negeri, adalah penanganan udang. Penanganan yang baik terhadap udang sejak diangkat dari air adalah sangat penting mengingat sifat udang yang cepat membusuk pada suhu kamar.
Penanganan udang mempunyai tujuan utama mencegah atau memperkecil kerusakan atau kemunduran mutu udang sejak ditangkap sampai saatnya dikonsumsi, baik oleh konsumen maupun pabrik pengolah udang yang menggunakannya sebagai bahan baku. Dengan kata lain penanganan bertujuan mempertahankan kesegaran udang selama mungkin.
Penanganan udang yang umum dilakukan di Indonesia adalah dengan munggunakan es atau air laut yang didinginkan dalam wadah berisi udang segar yang belum mengalami perlakuan apapun. Salah satu alternatif lain dari penanganan udang adalah dengan cara merebus atau mengukus udang sebelum dilakukan pengesan. Dengan cara penanganan tersebut diha rapkan kemunduran mutu udang dapat lebih diperlambat sehingga udang dapat lebih lama dimanfaatkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari alternatif penanganan udang, selain dari cara penanganan yang biasa dilakukan di Indonesia, mempelajari perkembangan Escherichiacoli dan Salmonella selama penyimpanan udang dalam es, serta untuk mempelajari pola pembusukan udang yang telah ditangani dengan cara penanganan tersebut dibandingkan dengan cara pe- nanganan yang biasa.
Perlakuan yang diberikan dalam studi perbandingan ini adalah macam cara penanganan dan lama pengesan. Cara penanganan yang dilakukan adalah penanganan dengan proses perebusan sebagai salah satu mata rantainya (A1) dan penanganan biasa tanpa menggunakan perebusan (A2). Sedangkan lama pengesan adalah selama 12 hari dan pengamatan dilakukan setiap dua hari sekali.
Penilaian mutu udang dengan kedua cara penanganan tersebut dilakukan secara mikrobiologis dan organoleptik. Untuk mendapatkan hasil analisa dari pengaruh cara penanganan, lama pengesan dan interaksi antara keduanya, digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua kali ulangan…dst
Collections
- UT - Aquaculture [2191]
