Rancangan dan uji performansi alat pemeras kelapa parut
View/ Open
Date
1993Author
Setiawan, Buyung
Budiastra, I Wayan
Purwadaria, Hadi K.
Metadata
Show full item recordAbstract
Santan merupakan bahan dasar olahan yang diperoleh dengan cara pemerasan daging buah kelapa parut segar. Pemerasan daging buah kelapa parut yang umum dilakukan selama ini adalah secara konvensional, yang mempunyai kapasitas yang kecil yaitu 10.53 kg/jam serta menghasilkan rendemen 45.02%. Berdasarkan hal tersebut maka dirasakan perlu alat pemeras kelapa parut.
Tujuan penelitian ini adalah membuat rancangan dan konstruksi alat pemeras kelapa parut serta melakukan uji performansi dan menentukan rendemen pemerasan.
Pengujian performansi dilakukan pada 4 tingkat tinggi kelapa parut dalam silinder pemerasan yaitu 15 cm, 20 cm, 25 cm dan 30 cm serta pada 4 tingkat diameter lubang pada sisi silinder pemerasan yaitu 0.25 cm, 0.4 cm, 0.5 cm dan 0.75 cm.
Kebutuhan tenaga pemerasan dengan menggunakan alat ini merupakan fungsi dari beberapa faktor yang berpengaruh terhadap gaya dan kecepatan translasi yang bekerja pada bidang pemerasan. Besar tenaga pemerasan yang diperlukan mencapai 71.84 watt. Namun demikian dengan mengukur suhu tubuh saat pemerasan berlang- sung dan berdasarkan pernyataan Zander, 1972 dalam Kusen, 1983 mengenai hubun- gan kuantitatif antara tingkat kerja dengan fenomena metabolisme maka pemerasan kelapa parut dengan menggunakan alat ini mempunyai tingkat kerja sedang.
Dari analisa ekonomi didapatkan biaya tetap pemerasan kelapa parut dengan alat ini adalah Rp 217 600,-/tahun sedangkan biaya tidak tetapnya sebesar Rp 776 000,- per tahun sehingga biaya pemerasan kelapa parut dengan alat ini Rp 6.03,-/kg…dst
