Mempelajari pengaruh perubahan suhu terhaadap sifaat pure dan nektar sirsak
View/ Open
Date
1993Author
Santoso, Kuat Teguh
Kumendong, John
Setyadjit
Metadata
Show full item recordAbstract
Produk yang akan diamati terdiri dari pure 1, pure 2, dan nektar. Pure 1 dibuat dengan cara memblansir buah sirsak yang telah dibersihkan pada suhu 80-90°C selama 10 menit. Buah lalu dikupas dan diambil dagingnya. Daging buah kemudian dicampur air dengan perbandingan 1 bagian daging sirsak dan 3 bagian air, dan diblender. Untuk pure 2 pemblansiran dan pengupasan sama seperti pure 1. Daging buahnya kemudian dipulper. Hasil pulper ini dicampur air dengan perbandingan 1 : 3. Sedangkan untuk nektar, campuran daging buah dan air hasil pulper ditambahkan asam sitrat 0.1% hingga pH nya mencapai 3.5 dan ditambahkan gula hingga 16°Brix. Semua produk dikemas dalam botol/toples, disimpan, dan dianalisis.
Alat yang digunakan untuk mengukur sifat reologi adalah Viskometer tipe Brookfield. 333-3730K (60-100°C) Pengukuran pada suhu dengan jarak antar level 10°. Pengamatan dilakukan pada waktu 0.5, 1, 2, 5, 10, 20, dan 30 menit dengan RPM 6, 12, 30, dan 60. nektar diukur dengan rotor nomor 2. nomor 2 sebesar 10.06 mm. Pure 1, pure 2 dan Diameter rotor
Hasil penelitian menunjukkan adanya ketergantungan nilai kekentalan tampak pure dan nektar sirsak terhadap shear-rate. Semakin tinggi shear-rate semakin turun nilai kekentalan tampak, sehingga produk-produk olahan tersebut digolongkan dalam cairan pseudoplastik. Perilaku pseudoplastik menunjukkan pemisahan atau penyusunan ..dst
