Pengaruh pemberian sekam pada tanah untuk mengurangi terjadinya pemadatan akibat intensitas lintasan traktor
View/ Open
Date
1994Author
Wahyudi, M. Sodiq
Lumintang, Tineke Mandang
Metadata
Show full item recordAbstract
Pengolahan tanah dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman melalui perbaikan aerasi, pergerakan air dan penetrasi akar dalam profil tanah. Tujuan pengolahan tanah pertanian akan lebih mudah tercapai dengan penggunaan peralatan yang bekerja secara mekanis dan dengan kapasitas kerja yang besar. Efek yang tidak diinginkan dari penggunaan alat mekanis yang berkapasitas besar adalah terjadinya pemadatan tanah. Menurut Hillel (1980) penyebab utama terjadinya pemadatan tanah adalah intensitas penggunaan alat-alat mekanis yang besar.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian sekam pada tanah untuk mengurangi terjadinya pemadatan akibat intensitas lintasan roda traktor.
Penelitian dimulai dengan memberikan sekam ke tanah dalam 3 dosis yaitu tanpa sekam, sekam 10 ton/ha dan sekam 20 ton/ha. Tanah kemudian dibajak dengan bajak piring sebanyak dua kali. Setelah pembajakan yang pertama, tanah dibiarkan selama 2 minggu agar terjadi proses dekomposisi sekanı. Penggaruan dilakukan pada saat akan dilakukan pengamatan yaitu pada minggu ke-4.
Pengaruh sekam terhadap terjadinya pemadatan tanah diamati dalam 4 perlakuan lintasan yaitu tanpa lintasan, 1, 3 dan 5 kali lintasan. Parameter yang diamati adalah kadar air, tahanan penetrasi dan bulk density…dst
