View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Sistem tataniaga dan faktor-faktor yang mempengaruhi pelelangan kopi di Kecamatan Pagelaran, Lampung Selatan

      Thumbnail
      View/Open
      full text (26.16Mb)
      Date
      1996
      Author
      Kaizan
      Asmarantaka, Ratna Winandi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kopi sebagai salah satu komoditi perkebunan memberikan peranan yang penting, baik sebagai sumber pendapatan, lapangan kerja dan penyumbang devisa. Produktivitas dan mutu kopi Indonesia relatif masih rendah, sehingga berdampak pada rendahnya pendapatan petani. Usaha peningkatan produktivitas dan perbaikan mutu kopi merupakan bagian yang berhubungan dengan sektor tataniaga. Sistem tataniaga kopi di daerah lampung cukup beragam dan relatif tidak efisien sehingga dibentuklah suatu pilot proyek pasar lelang pertama di propinsi Lampung yaitu di kecamatan Pagelaran, kabupaten Lampung selatan. Tetapi keberadaan pasar lelang belum seperti yang diharapkan karena jumlah peserta maupun volume transaksi di pasar lelang masih relatif kecil. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem tataniaga kopi di pasar lelang dan pasar non-lelang, melalui analisis biaya tataniaga, margin tataniaga dan keterpaduan pasar. Selain tujuan tersebut, penelitian ini juga menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peluang keikutsertaan petani dan volume penjualan kopi di pasar lelang. Analisis yang digunakan adalah analisis margin tataniaga, keterpaduan pasar, model logit dan model persamaan simultan. Hasil penelitian diketahui bahwa tataniaga kopi di wilayah pasar lelang kopi Pagelaran memiliki enam buah saluran penjualan kopi. Diantara keenam saluran tataniaga tersebut prosentase yang relatif terbesar adalah yang dijual tanpa melalui pasar lelang. Jika dilihat dari jumlah peserta dipasar lelang prosentase terbesar adalah pedagang perantara (PPII) yaitu sebesar 60,27 persen, sedangkan petani hanya 38,77 persen. Sehingga manfaat langsung dari pasar lelang kurang dirasakan petani, sedangkan manfaat tidak langsungnya adalah harga ditingkat petani menjadi relatif lebih transparan sehingga akan meningkatkan kesejahteraan petani...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141289
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository