Simulasi pendinginan vakum dengan kondensor garam NaCi2 dan LICI
View/ Open
Date
1997Author
Mulyaningsih, Endang
Tambunan, Armansyah H.
Metadata
Show full item recordAbstract
Teknologi penanganan pasca panen bertujuan untuk mempertahankan mutu dengan memperlambat kerusakan dan memperperpanjang umur simpan produk. Penyimpanan pada suhu dingin merupakan salah satu cara efektif dan bermanfaat untuk memperlambat laju penurunan mutu pasca panen buah-buahan dan sayuran yang disebabkan oleh respirasi.
Menurut Tambunan (1995), pendinginan yang dilakukan sesegera dan secepat mungkin setelah panen merupakan ciri dari pra-pendinginan yang bertujuan untuk menghilangkan panas yang terbawa setelah panen (field heat). Pendinginan vakum merupakan salah satu metode yang digunakan untuk pra- pendinginan. Metode ini mempunyai keunggulan khusus, diantaranya laju pendinginan lebih cepat dibandingkan metode lain, keseragaman suhu yang baik karena mode pindah panas yang terjadi adalah perubahan fase (phase change heat transfer mode), serta penularan penyakit dari satu bagian terinfeksi ke bagian lainnya lebih kecil karena tidak menggunakan media (ruang vakum). Adapun kelemahan metode ini adalah penerapannya hanya terbatas pada kelompok sayuran berdaun.
Simulasi pendinginan vakum dilakukan karena penggunaannya lebih cepat, murah (ekonomis), aman dan resikonya lebih kecil daripada menerapkannya langsung pada sistem nyata.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan metode simulasi matematik dalam menduga karakteristik pendinginan vakum yang menggunakan garam NaCl, CaCl₂ dan LiCI sebagai kondensor, menduga pengaruh tekanan akhir ruang pendinginan terhadap penurunan suhu dan berat selada, serta tetapan yang menggambarkan hubungan penurunan suhu terhadap kehilangan air dari selada selama proses pendinginan vakum dan menduga jumlah penggunaan garam NaCI...
