Analisa ekonomi pembangkit gas bio pada suatu model perencanaan pemanfaatan energi gas bio dalam suatu usaha tani
Abstract
Teknologi gas bio merupakan teknologi yang memanfaatkan limbah organik melalui proses fermentasi anaerobik untuk menghasilkan gas bio yang memiliki nilai kalor yang cukup tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Teknologi ini cukup potensial untuk dikembangkan di pedesaan karena teknologinya relatif sederhana, kotoran ternak mudah diperoleh, menghasilkan bahan bakar yang bersih serta pupuk organik yang melimpah dan tinggi mutunya. Pengembangan teknologi gas bio diharapkan dapat memberikan manfaat, antara lain seperti usaha pencegahan erosi dan kerusakan hutan, sanitasi lingkungan, pemanfaatan kembali limbah dan pengusahaan energi yang terbaharui. Selain itu juga diharapkan dapat meningkatkan standar hidup dan kesempatan kerja masyarakat.
Tujuan dari penelitian ini, yaitu melakukan perhitungan biaya pem- buatan terhadap beberapa ukuran konstruksi pembangkit gas bio tipe BIP Banpres dan melakukan analisa ekonomi terhadap daya saing bahan bakar gas bio dengan bahan bakar lain serta analisa kelayakan model pembangkit gas bio yang direncanakan.
Model konstruksi pembangkit gas bio yang dipilih adalah model BIP- Banpres yang merupakan modifikasi dari pembangkit gas bio model Cina. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, dinyatakan bahwa pem- bangkit gas bio model Cina lebih menguntungkan daripada model India (Thongkaimook, 1980 dan Usman S., 1992).
Pada penelitian ini, gas bio yang dihasilkan dimanfaatkan untuk
memenuhi kebutuhan rumah tangga, kegiatan pra panen dan kegiatan pasca
panen. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, gas bio yang dihasilkan
dipergunakan untuk menggantikan bahan bakar minyak tanah. Dari hasil
analisa, biaya energi efektif bahan bakar gas bio masih lebih mahal daripada
biaya energi efektif bahan bakar minyak tanah. Pada pembangkit gas bio
ukuran 82.54 m³, biaya energi gas bio sebesar Rp 0.1029/kkal sedangkan biaya
energi efektif bahan bakar minyak tanah sebesar Rp 0.0679/kkal. ...
