Hubungan tingkat hasil tanaman pangan dan ketersediaan tenaga pertanian di Propinsi Jawa Tengah
View/ Open
Date
1998Author
Prayitno, Iswanto
Irwanto, Abdul Kohar
Solahudin, Mohamad
Metadata
Show full item recordAbstract
Pembangunan sektor pertanian terutama sub sektor produksi tanaman pangan masih merupakan sektor penting dalam pembangunan nasional. Sub sektor ini pen- ting dalam pembangunan karena : (a) Memiliki kontribusi terbesar dalam Produk Domestik Bruto dari Sektor Pertanian, (b) Menyediakan kebutuhan pangan nasional, (c) Menyediakan bahan mentah bagi industri, (d) Menyerap tenaga kerja dan (e) Merupakan pendukung utama ekspor non migas.
Pengembangan penggunaan sumber tenaga traktor perlu mempertimbangkan aspek jenis traktor dan pendekatan pengembangannya, karena sering dikaitkan dengan masalah subtitusi tenaga manusia. Salah satu pendekatan untuk mengembangkan penggunaan mekanisasi pertanian pada proses produksi pertanian adalah dengan melihat ketersediaan tenaga dalam memproduksi bahan pangan. Model studi ini berasal dari model Gilles yang dikembangkan lagi oleh Irwanto (1991). Dengan model ini dapat diketahui jumlah kW total sumber tenaga per hektar (kW/ha), komposisi tenaga pertanian dan tingkat ketersediaan tenaga dalam memenuhi produksi bahan pangan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) Menghasilkan kurva dan persa- maan matematik mengenai hubungan antara tingkat hasil tanaman pangan (ton SGKG/ha) dengan tingkat ketersediaan tenaga (kW/ha) dalam produksi tanaman pangan di Propinsi Jawa Tengah. (2) Menghasilkan simulasi model untuk meng- evaluasi dan memproyeksikan ketersediaan tenaga di Propinsi Jawa Tengah pada masa yang akan datang. ...
