Perencanaan produksi tandan buah segar kelapa sawit di Kebun PIR VII, Talopino, Bengkulu Selatan
Abstract
Peningkatan produksi industri pengolahan minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) dan produk lainnya yang berasal dari bahan baku Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengalami peningkatan rata-rata 10,57% per tahun. Hal ini terlihat dari data statistik perkebunan DirJen Perkebunan 1996 yang menunjukkan total areal perkebunan kelapa sawit Indonesia dan produksi CPO yang berasal dari TBS kelapa sawit sebesar 105.808 hektar dan 167.669 ton pada tahun 1967 dan meningkat menjadi 2.077.472 hektar dan 4.746.823 ton minyak sawit pada tahun 1996.
Untuk mengimbangi peningkatan dan persaingan produksi CPO yang terjadi saat ini, PT. Perkebunan Nusantara VII sebagai salah satu BUMN yang bergerak di bidang perkebunan terutama perkebunan kelapa sawit berusaha untuk meningkatkan produksi TBS kelapa sawit yang dihasilkannya. Kelancaran produksi CPO tidak lepas dari pemenuhan bahan baku yang dibutuhkan oleh pabrik pengolahan, yaitu kebutuhan TBS kelapa sawit. Pemenuhan bahan baku tersebut akan terlaksana dengan baik apabila dilakukan perencanaan produksi TBS. Perencanaan produksi dilakukan untuk mencapai hasil yang maksimal dan sesuai dengan target produksi yang ditetapkan dengan memperhatikan faktor-faktor produksi yang berpengaruh.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang berpengaruh pada penyusunan perencanaan produksi dan membuat perencanaan produksi TBS kelapa sawit yang dihasilkan oleh kebun PIR VII Talo Pino, Bengkulu Selatan. ...
