Karakteristik konduktivitas listrik larutan nutrisi tanaman selada(Lactuca sativa L.) pada sistem nutrient film technique (NFT) dengan sirkulasi larutan nutrisi secara berkala
View/ Open
Date
1998Author
Kristianti, Novi
Suhardiyanto, Herry
Yuwono, Arief Sabdo
Metadata
Show full item recordAbstract
Teknik budidaya tanaman dengan menggunakan sistem hidroponik merupakan suatu metode pemanfaatan media non tanah sebagai media untuk tumbuh bagi tanaman. Pada sistem hidroponik dengan menggunakan Nutrient Film Technique (NFT), dilakukan penurunan suhu daerah perakaran dengan mendinginkan larutan nutrisi pada tangki penampung dan kemudian dialirkan ke daerah perakaran tanaman secara terus menerus maupun secara berkala. Dengan menggunakan media berupa larutan pada metode NFT maka temperatur, pH, dan konduktivitas listrik larutan nutrisi lebih muda dikontrol. Pemberian nutrisi secara berkala tersebut dimaksudkan untuk menghemat penggunaan energi dan memberikan kesempatan bagi tanaman untuk menyerap oksigen (O2) dari udara.
Konduktivitas listrik merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kualitas larutan nutrisi dan juga merupakan parameter yang menunjukkan konsentrasi ion-ion yang terlarut dalam larutan. Konduktivitas listrik ditunjukkan oleh adanya ion-ion yang terlarut didalamnya. Semakin banyak ion yang terlarut maka semakin tinggi konduktivitas listrik larutan nutrisi tersebut. Hal ini mempengaruhi metabolisme tanaman yaitu kecepatan fotosintesis tanaman, aktivitas enzim, dan potensil penyerapan ion-ion oleh akar sehingga mempengaruhi
absorbsi hara. Oleh karena itu dirasakan perlu untuk mengadakan penelitian untuk mengetahui lebih lanjut tentang hal tersebut. Berdasarkan penelitian tersebut akan diperoleh persamaan-persamaan yang menggambarkan karakteristik konduktivitas listrik larutan nutrisi setelah melalui bedeng tanaman.
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mempelajari karakteristik konduktivitas listrik larutan nutrisi setelah melalui bedeng tanaman dan 2) mempelajari pengaruh termal daerah perakaran terhadap konduktivitas listrik larutan nutrisi tanaman selada.
Menurut hasil penelitian FAO (1990) pertumbuhan selada yang baik pada tingkat konduktivitas listrik media tanam 2 mmhos/cm. Larutan nutrisi yang digunakan dalam sistem NFT adalah larutan Hoagland.
Pada penelitian ini bedeng tanaman dianggap sebagai suatu sistem. Masukan (input) adalah nilai konduktivitas listrik larutan nutrisi pada pangkal (hulu) bedeng dan keluaran (output) adalah nilai konduktivitas listrik larutan nutrisi pada akhir (hilir) bedeng.
