Karakteristik temperatur larutan nutrisi tanaman selada (lactucaa sativa L.) pada sistem nutrient film technique (NFT) dengan sirkulasi kontinyu
Abstract
Nuirient Film Technique (NFT) adalah suatu cara menumbuhkan tanaman dimana akar berada dalam larutan nutrisi yang mengalir. Aliran ini sangat dangkal sehingga sebagian akar terendam dan sebagian lagi di atas aliran. Dengan menggunakan sirkulasi nutrisi secara berkala (30 menit on, 30 menit off). produktivitas mentimun naik 8-15% dan kualitas meningkat 8-10% dengan sirkulasi kontinyu (Graves and Hurd, 1983).
Penurunan temperatur daerah perakaran merupakan salah satu metode yang paling murah dibandingkan dengan metode penurunan temperatur lain untuk budidaya tanaman dalam rumah kaca. Penurunan temperatur daerah perakaran ini dilakukan dengan cara menurunkan temperatur larutan nutrisinya. Besamya teinperatur larutan nutrisi sistem NFT dalam rumah kaca dipengaruhi oleh temperatur lingkungan dan besarnya radiasi matahari.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data dasar mengenai pengaruh temperatur lingkungan dan radiasi matahari terhadap perubahan temperatur larutan nutrisi hilir-hulu pada beberapa tahap pertumbuhan tanaman selada.
Fasilitas dan peralatan yang digunakan antara lain adalah rumah kaca berparanet 50%, bedeng tanaman sepanjang 4 meter, tanki larutan, pipa, mesin pendingin 95 Watt, hybrid recorder tipe HR 2300), heat flow HFM 101 dan irradiance meter ISL-10X) serta pupuk tanaman.
Pengukuran parameter lingkungan meliputi temperatur lingkungan rumah kaca, distribusi temperatur larutan nutrisi sepanjang bedeng yang diukur pada jarak 0.25, 1.25. 2.25, 3.25 dan 4.25 meter dari kran hulu, aliran panas pada dinding- dinding bedeng dan radiasi matahari. Pengukuran dilakukan tiap 1 jam. Data-data yang diperoleh merupakan hasil pengukuran selama 4 hari berturut-turut pada sant
bedeng tanpa tanaman, 3 hari berturut-turut setelah tanaman pada bedeng berumur 30, 37 dan 43 hari. ...
