Karakteristik pebalikan tanah dan distribusi Clod pada pengolahan tanah dengan bajak rotari
Abstract
Peningkatan produksi pertanian ditentukan oleh beberapa aspek penunjang, salah satunya adalah bidang mekanisasi pertanian. Kegiatan pengolahan lahan termasuk kedalam bagian ini yang sangat penting peranannya dalam usaha pertanian karena hasil pengolahan lahan yang baik akan menciptakan kondisi tanah yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Salah satu alat pengolahan lahan adalah bajak rotari, yang terdiri dari pisau rotari yang berputar untuk menghancurkan dan menggemburkan tanah.
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: (1) untuk menganalisa pembalikan tanah yang dihasilkan oleh pengolahan lahan dengan menggunakan bajak rotari dan (2) untuk menganalisa penyebaran partikel tanah (clod) hasil pengolahan lahan dengan bajak rotari.
Percobaan yang dilakukan meliputi karakteristik pembalikan tanah dan distribusi clod yang dilakukan dengan dua perlakuan, yaitu perlakuan kecepatan maju traktor dan perlakuan kadar air. Data yang diperoleh untuk karakteristik pembalikan tanah didasarkan pada perpindahan kerikil yang mula-mula tersebar merata dipermukaan tanah ke beberapa kedalaman olah. Kerikil yang dijadikan material tambahan ini dianalogikan sebagai butiran tanah yang berhasil diolah oleh bajak rotari. Hasil yang diperoleh dari percobaan- percobaan ini disajikan dalam bentuk histogram dan kurva distribusi Weibull.
Perlakuan kecepatan maju traktor berdasarkan histogram yang digunakan dalam menganalisa karakteristik pembalikan tanah menunjukkan bahwa semakin lambat traktor dioperasikan penyebaran tanahnya semakin merata. Sedangkan pada perlakuan kadar air, tanah dengan kadar air 50.41% menunjukkan bahwa penyebaran tanahnya merata. Begitu juga dengan distribusi Weibull yang digunakan untuk menganalisa karakteristik pembalikan tanah menunjukkan bahwa penyebaran tanah yang lebih baik ditunjukkan pada kecepatan maju traktor yang lebih rendah. Sedangkan pada perlakuan kadar air menunjukkan bahwa dengan kadar air 50.41% diperoleh penyebaran yang lebih merata.
Percobaan yang dilakukan untuk karakteristik distribusi clod dianalisa dengan membandingkan nilai MWD dan membandingkan histogram dengan kurva distribusi Weibull. Untuk karakteristik distribusi clod berdasarkan nilai MWD, tanah yang telah mengalami pengolahan dengan bajak rotari kemudian diukur dengan menggunakan saringan pemisah. Data diolah dengan menggunakan rumus yang ada dalam pustaka untuk menghasilkan nilai MWD. Cara ini menunjukkan ukuran rata-rata berdasarkan berat tanah pada setiap ukuran setelah tanah terolah.
Peningkatan kecepatan maju traktor menyebabkan nilai MWD meningkat, yang menunjukkan penghancuran tanah pada saat pengolahan tanah lebih rendah. Sedangkan dengan peningkatan kadar air nilai MWD cenderung berfluktuasi. ...
